Example floating
Example floating
Pemerintahan

SIDAK Komisi II DPRK Mimika Temukan Praktik Judi di Los Mama-Mama Papua Pasar Sentral

365
×

SIDAK Komisi II DPRK Mimika Temukan Praktik Judi di Los Mama-Mama Papua Pasar Sentral

Sebarkan artikel ini

Capt: Foto bersama usai menggelar kunjungan kerja di Pasar Sentral Timika, Jumat (18/7/2025).

Example 468x60

TIMIKA, Nemangkawipos.com – Kunjungan kerja Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika ke Pasar Sentral Timika, Jumat (18/7/2025), berujung pada temuan mengejutkan. Dalam inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan sore hari, para legislator menemukan los tempat berjualan Mama-mama Papua justru dijadikan arena perjudian.

Rombongan Komisi II yang dipimpin Sekretaris Komisi, Adrian Andhika Thie, bersama sejumlah anggota seperti Derek Tenouye, Luther Beanal, Stevanus Onawame, Adolina Magal, dan Merry Pongutan, awalnya bermaksud meninjau kondisi dan aktivitas pasar. Namun, saat tiba di area los Mama-mama Papua, mereka mendapati lima kelompok warga – sebagian besar perempuan – tengah asyik bermain judi kartu domina.

Melihat situasi itu, Derek Tenouye, Luther Beanal, dan Stevanus Onawame langsung menghampiri dan membubarkan aktivitas perjudian. Namun, langkah ini sempat mendapat perlawanan dan teriakan penolakan dari para pelaku, yang diduga merupakan pedagang juga.

Baca Juga :

Dari pantauan di lapangan, meja-meja los yang seharusnya digunakan untuk berjualan hasil kebun dan pertanian justru berubah fungsi menjadi tempat judi. Sementara itu, barang dagangan dipindah ke luar los, bahkan hingga di atas besi penutup parit di sisi jalan. Sejumlah Mama-mama mengaku terpaksa berjualan di luar karena kondisi los yang gelap, sepi pengunjung, dan sebagian besar meja sudah digunakan untuk berjudi.

Anggota Komisi II dari Fraksi PKB, Stevanus Onawame, menyayangkan kondisi tersebut. Ia menegaskan, kunjungan mereka seharusnya fokus untuk melihat aktivitas ekonomi masyarakat, namun justru dihadapkan pada persoalan sosial yang serius.

“Kami minta pihak pengamanan pasar dan aparat penegak hukum untuk segera menghentikan praktik perjudian ini. Pasar harus jadi tempat transaksi ekonomi, bukan tempat main judi,” tegas Stevanus.

Senada, anggota Komisi II dari Kelompok Khusus, Luther Beanal, meminta peran aktif kepala keluarga dalam mengawasi anggota keluarganya yang beraktivitas di pasar.

“Kami imbau para kepala rumah tangga untuk memastikan istri dan anak-anaknya benar-benar datang ke pasar untuk berjualan, bukan berjudi. Kalau dibiarkan, ini bisa memicu konflik rumah tangga,” kata Luther.

Sementara itu, Derek Tenouye dari Fraksi PBB meminta ketegasan aparat keamanan, termasuk kepolisian dan Satpol PP, untuk segera menindak dan menertibkan aktivitas perjudian di Pasar Sentral.

“Permainan judi dalam bentuk apapun dilarang, apalagi di fasilitas umum seperti pasar. Kami temukan sendiri ada lima kelompok berjudi. Ini sangat memprihatinkan dan harus segera dihentikan,” tegas Derek.

Ia menambahkan, pihaknya akan terus memantau dan tidak ingin melihat kejadian serupa terulang.

“Besok tidak boleh lagi ada judi di Pasar Sentral,” tegas Derek.

Komisi II DPRK Mimika menegaskan akan terus mendorong perbaikan tata kelola dan pengawasan pasar agar fungsinya sebagai pusat ekonomi masyarakat tidak tercemar oleh aktivitas ilegal.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *