Example floating
Example floating
Masyarakat

Selamat Jalan Sang Pejuang Amungme: Vebian Magal Berpulang, Mimika Berduka

598
×

Selamat Jalan Sang Pejuang Amungme: Vebian Magal Berpulang, Mimika Berduka

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TIMIKA, Nemangkawipos.com – Langit Jakarta seolah ikut meredup saat kabar duka itu tersiar dari lorong-lorong RS St. Carolus. Selasa sore (3/2), tepat pukul 16.15 WIT, sebuah nafas panjang terakhir dilepaskan. Vebian Magal, sosok putra terbaik Amungme yang mendedikasikan hidupnya untuk tanah kelahirannya, kini telah tenang dalam dekapan abadi Sang Pencipta.

​Kepergian mantan Ketua Pengurus YPMAK periode 2019–2024 ini bukan sekadar hilangnya seorang pemimpin, melainkan padamnya salah satu pelita bagi masyarakat Amungme dan Kamoro.

Baca Juga :
​Lahir di pelukan pegunungan Tsinga pada 12 September 1981, Vebian tumbuh menjadi sosok yang membawa harapan. Melalui YPMAK, ia bukan hanya bekerja di balik meja; ia adalah penyambung lidah bagi mereka yang haus akan pendidikan, penopang bagi mereka yang mencari kesembuhan, dan tangan yang menguatkan ekonomi akar rumput.

​”Beliau bekerja dengan hati. Setiap kebijakan yang ia ambil selalu tentang bagaimana rakyatnya bisa berdiri tegak di tanahnya sendiri,” kenang salah satu rekan sejawatnya dengan suara bergetar.

​Meski raga almarhum sempat berjuang melawan sakit di hiruk-pikuk Jakarta, hatinya selalu tertuju pada Mimika. Kabar kepulangannya menyebar cepat melalui pesan-pesan singkat yang penuh dengan tangis dan doa.

“Telah berpulang ke pangkuan Bapa di Surga Bapak Vebian Magal… Jenazah saat ini masih berada di RS. St. Carolus Jakarta,” tulis sebuah pesan di grup internal YPMAK, diiringi simbol duka mendalam.

Rencananya, esok hari raga sang pejuang akan diterbangkan kembali ke Timika. Tanah merah yang dulu ia tapaki untuk melayani, kini bersiap menyambutnya untuk terakhir kali sebagai tempat peristirahatan yang damai.

Di kancah politik, kepemimpinannya sebagai Ketua DPC Partai Demokrat Mimika menunjukkan keteguhan seorang pria yang tak gentar menghadapi badai dinamika. Namun, di atas segalanya, Vebian Magal akan selalu diingat sebagai sosok yang rendah hati dan penuh kasih.

​Kini, tak ada lagi diskusi panjang tentang kesejahteraan warga di ruang rapatnya. Tak ada lagi tawa hangat yang menyemangati para stafnya. Yang tersisa hanyalah jejak pengabdian yang tertanam kuat dalam sejarah Mimika.

Selamat jalan, Bapak Vebian Magal. Engkau telah menyelesaikan pertandingan imanmu dengan baik. Perjuanganmu untuk Amungme dan Kamoro akan terus hidup dalam setiap senyum anak-anak sekolah dan setiap langkah kemajuan di tanah Mimika.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *