Example floating
Example floating
DPR

Reses di Perintis–Timika Indah, Yan Piterson Laly Dorong Pembangunan Universitas Negeri di Mimika

264
×

Reses di Perintis–Timika Indah, Yan Piterson Laly Dorong Pembangunan Universitas Negeri di Mimika

Sebarkan artikel ini

Capt : Anggota DPRK Mimika, Yan Piterson Laly, berdialog dengan warga dan para ketua RT saat melaksanakan reses tahap III di Kelurahan Perintis dan Kelurahan Timika Indah, Distrik Mimika Baru, Senin (15/12/2025). Foto: Stendy

Example 468x60

TIMIKA , Nemangkawipos.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika, Yan Piterson Laly, melaksanakan reses tahap III di Kelurahan Perintis dan Kelurahan Timika Indah, Distrik Mimika Baru, Senin (15/12/2025).

Dalam kegiatan tersebut, Yan Piterson Laly bertemu langsung dengan warga serta para ketua RT untuk menyerap aspirasi yang berkaitan dengan kebutuhan lingkungan dan pembangunan daerah.

Dalam sambutannya, Yan menegaskan bahwa reses tahap ketiga merupakan momentum penting bagi masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan yang benar-benar mendesak dan menjadi prioritas.

Baca Juga :

“Pada reses ketiga ini, para bapak dan ibu RT sudah semakin familiar dan dekat dengan warga. Usulan seperti bak sampah bisa berjalan karena dikawal bersama. Jika ada hal yang urgen, silakan sampaikan apa yang menjadi prioritas, nanti kami teruskan ke OPD terkait,” ujarnya.

Dalam sesi dialog, Ketua RT 30, Isak Karibun, menyampaikan apresiasi atas realisasi usulan pada tahun sebelumnya, khususnya pembangunan jalan lingkungan.

“Usulan jalan setapak tahun lalu sudah direalisasikan. Sekarang kami berharap lampu jalan bisa ditambah agar lingkungan lebih terang, serta jalan di wilayah kami bisa segera diaspal,” katanya.

Sementara itu, Ita, warga RT 9 Timika Indah, mengeluhkan persoalan drainase yang hingga kini belum direalisasikan meski sudah pernah ditinjau.

“Setiap hujan kami selalu tergenang air. Selain itu, Koperasi Merah Putih yang sudah dibentuk kini berada pada tahap sertifikat rekomendasi dari bupati. Kami berharap Pak Dewan bisa membantu agar tahun depan koperasi ini bisa berjalan dan membuka lapangan kerja bagi anak-anak muda Timika Indah,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan aspirasi terkait ketenagakerjaan, dengan meminta agar pengawasan Dinas Tenaga Kerja diperketat, khususnya di kawasan bandara dan perusahaan besar.

“Pencari kerja dari luar daerah dengan mudah membuat KTP, sementara kami warga Mimika selalu dituntut bayar pajak. Kami minta ada perda yang mengakomodir pencari kerja lokal, minimal yang sudah 10 tahun tinggal di Mimika,” tegasnya.

Selain itu, warga juga menyoroti program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai belum merata, serta mendesak pemerintah daerah membangun universitas negeri di Timika.

“Mimika ini ikon dunia. Masa kalah dengan Jayapura dan Sorong. Orang Papua butuh pendidikan bermutu. Jangan terus kirim anak keluar daerah, pemerintah harus bangun manusianya dulu,” ujarnya.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Yan Piterson Laly menegaskan komitmennya untuk mendorong pembangunan universitas negeri di Timika mulai tahun anggaran 2026.

“Dengan APBD Mimika yang besar, seharusnya kita bisa membangun universitas negeri. Selama ini hanya perguruan tinggi swasta. Ini masukan luar biasa dan akan saya teruskan langsung kepada bupati dan dinas terkait,” tegas Yan.

Ia menilai pembangunan sumber daya manusia harus menjadi prioritas utama, karena membangun manusia jauh lebih penting dibanding pembangunan fisik semata.

“Usulan jalan, drainase, lampu jalan, dan sampah hampir selalu muncul dalam setiap reses dan itu sudah kami cicil bertahap. Namun usulan universitas negeri ini sangat strategis. Kita bangun manusianya dulu, fisik bisa menyusul,” ujarnya.

Terkait usulan perda ketenagakerjaan, Yan juga mendorong peningkatan sosialisasi serta pemanfaatan pokok-pokok pikiran (Pokir) DPRK untuk menjangkau wilayah yang belum tersentuh pembangunan.

“Hasil reses ini akan kami dorong masuk program tahun 2026 dan akan kami kawal bersama realisasinya,” tutupnya.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *