Example floating
Example floating
DPR

Reses di Jongkogoma, Yuliana Amisim Soroti Isolasi dan Minimnya Infrastruktur Pegunungan Mimika

25
×

Reses di Jongkogoma, Yuliana Amisim Soroti Isolasi dan Minimnya Infrastruktur Pegunungan Mimika

Sebarkan artikel ini

Caption : Anggota DPRK Mimika dari Partai PKB, Yuliana Amisim, saat berdialog dengan masyarakat dalam kegiatan reses di kampung Jongkogoma, Distrik Tembagapura, Sabtu (14/3/2026)

Example 468x60

TIMIKA, Nemangkawipos.com – Ketimpangan pembangunan antara wilayah perkotaan dan daerah pegunungan di Kabupaten Mimika kembali menjadi sorotan. Persoalan tersebut mengemuka saat Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Yuliana Amisim, melaksanakan kegiatan reses di  kampung Jongkogoma, Distrik Tembagapura, Sabtu (14/3/2026).

Dalam dialog bersama masyarakat, warga menyampaikan berbagai persoalan mendasar yang hingga kini masih mereka hadapi, terutama keterbatasan akses transportasi, minimnya infrastruktur dasar, serta terbatasnya fasilitas pendidikan di wilayah pegunungan.

Salah satu aspirasi utama yang disampaikan masyarakat adalah pembangunan lapangan terbang (lapter). Warga menilai fasilitas transportasi udara sangat vital untuk membuka akses keluar-masuk wilayah pegunungan, khususnya dalam kondisi darurat seperti kebutuhan pelayanan kesehatan maupun distribusi logistik.

Baca Juga :

Selain itu, masyarakat juga meminta pembangunan jembatan permanen antar desa untuk mempermudah mobilitas warga. Selama ini, keterbatasan infrastruktur membuat aktivitas ekonomi serta hubungan antarwilayah menjadi terhambat.

Persoalan lain yang turut menjadi perhatian adalah akses pendidikan bagi anak-anak. Warga mengaku para siswa harus melewati jalur yang cukup berbahaya untuk mencapai sekolah karena belum tersedia fasilitas penyeberangan yang aman.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Yuliana Amisim menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan kebutuhan masyarakat pegunungan agar dapat masuk dalam prioritas pembangunan daerah.

“Saya akan terus mendorong apa yang menjadi kebutuhan masyarakat di wilayah pegunungan. Ini adalah kebutuhan dasar yang harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah,” ujar Yuliana.

Ia juga berharap pemerintah daerah melalui dinas terkait dapat segera menindaklanjuti berbagai aspirasi tersebut, mengingat pembangunan infrastruktur dasar sangat berpengaruh terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, pemerataan pembangunan menjadi hal penting agar masyarakat yang tinggal di wilayah pegunungan juga dapat merasakan manfaat pembangunan secara adil seperti masyarakat yang berada di wilayah perkotaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *