DPR

Refleksi Satu Tahun JOEL: Mimika Dibangun dengan Harmoni, Bukan Seremoni

28
×

Refleksi Satu Tahun JOEL: Mimika Dibangun dengan Harmoni, Bukan Seremoni

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TIMIKA, Nemangkawipos.com – Tepat satu tahun lalu, 25 Maret 2025, di Ballroom Kantor Gubernur Papua Tengah, Nabire, pasangan Johannes Rettob dan Emanuel Kemong resmi dilantik sebagai nahkoda Kabupaten Mimika.

Memasuki satu tahun kepemimpinan yang akan diperingati pada Rabu (25/03/2026), pasangan yang dikenal dengan akronim JOEL justru memilih merayakannya dengan cara sederhana—jauh dari gemerlap seremoni.

Bukan pesta besar atau perayaan mewah, melainkan sebuah momentum refleksi yang dikemas dalam doa, kebersamaan, dan nilai spiritualitas.

Baca Juga :

Perayaan syukuran akan dipusatkan di Graha Eme Neme Yauware, dengan konsep yang menonjolkan kebersamaan lintas agama dan budaya.

Penjabat Sekretaris Daerah Mimika, Abraham Kateyau, menegaskan bahwa konsep ini merupakan arahan langsung dari pimpinan daerah.

“Mimika adalah Kabupaten Harmoni. Perayaan ini menjadi potret nyata toleransi. Meski dalam nuansa Katolik, akan dirangkaikan dengan doa lintas agama, Halal bi Halal Idul Fitri, serta budaya Amungme dan Kamoro,” jelasnya.

Konsep ini sekaligus menjadi simbol bahwa pembangunan Mimika tidak hanya berorientasi pada fisik, tetapi juga pada persatuan sosial dan identitas kultural masyarakat.

Di balik kesederhanaannya, perayaan ini tetap memuat substansi penting. Salah satunya adalah penayangan Kaleidoskop Satu Tahun JOEL, yang merangkum capaian, tantangan, serta arah pembangunan Mimika ke depan.

Menariknya, momentum ini juga akan terhubung secara nasional melalui siaran langsung bersama Kompas.

Langkah ini dinilai sebagai strategi komunikasi publik untuk memperkenalkan wajah baru Mimika—tidak hanya sebagai daerah tambang, tetapi sebagai wilayah yang berkembang dengan tata kelola pemerintahan yang lebih terbuka dan progresif.

Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Mimika juga akan meluncurkan buku karya Bupati dan Wakil Bupati yang berfokus pada promosi pariwisata daerah.

Buku ini diharapkan menjadi media diplomasi lunak untuk memperkenalkan kekayaan alam dan budaya Mimika kepada publik nasional maupun internasional.

Syukuran satu tahun kepemimpinan JOEL dirancang sebagai ruang perjumpaan seluruh elemen masyarakat—mulai dari Forkopimda, tokoh adat, tokoh agama, hingga masyarakat umum.Momentum ini bukan sekadar perayaan, tetapi juga refleksi perjalanan kepemimpinan yang tidak selalu berjalan mulus.

Berbagai tantangan dan dinamika, termasuk persoalan sosial di tingkat akar rumput, menjadi bagian dari ujian dalam satu tahun terakhir. Namun, melalui pendekatan yang mengedepankan kerendahan hati dan kebersamaan, pasangan JOEL ingin menegaskan bahwa Mimika tetap berdiri sebagai simbol harmoni di Tanah Papua.

Penulis: StendyEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *