Example floating
Example floating
Kesehatanpemerintah kabupaten Mimika

Puskesmas Wania Kawal 88,6 Persen Ibu Hamil di Wilayah Endemis Malaria, Hadirkan Layanan Komprehensif hingga Kesehatan Mental

322
×

Puskesmas Wania Kawal 88,6 Persen Ibu Hamil di Wilayah Endemis Malaria, Hadirkan Layanan Komprehensif hingga Kesehatan Mental

Sebarkan artikel ini

Capt : Penanggung Jawab (PJ) Program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Puskesmas Wania, Sulistyawati, saat diwawancarai wartawan Nemangkawipos.com pada Jumat (19/12/2025). Foto: Marfin

Example 468x60

TIMIKA, Nemangkawipos.com – Menjaga kehamilan di wilayah endemis malaria seperti Kabupaten Mimika memerlukan perlindungan berlapis. Puskesmas Wania membuktikan komitmennya melalui layanan kesehatan ibu hamil yang komprehensif, tidak hanya fokus pada aspek fisik, tetapi juga kesehatan mental.

Penanggung Jawab (PJ) Program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Puskesmas Wania, Sulistyawati, menjelaskan bahwa hingga November 2025, pihaknya berhasil menjaring 779 ibu hamil dari total sasaran 879 orang, atau mencapai 88,6 persen.

“Capaian ini terus kami kejar agar seluruh ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Wania mendapatkan pengawasan medis secara optimal,” ujar Sulistyawati saat diwawancarai, Jumat (19/12/2025).

Baca Juga :

Untuk menjangkau ibu hamil yang memiliki keterbatasan waktu, Puskesmas Wania meluncurkan inovasi “Kenapa Tinta” (Kelas Ibu Hamil melalui WhatsApp Group). Melalui grup ini, ibu hamil dapat berkonsultasi langsung dengan bidan dan tenaga kesehatan, serta menerima edukasi tanpa harus datang ke fasilitas kesehatan.

Selain itu, Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) diperkuat dengan pemasangan stiker P4K di setiap rumah ibu hamil sebagai tanda kesiapsiagaan lingkungan sekitar terhadap kemungkinan risiko persalinan.

Sesuai standar pelayanan, setiap ibu hamil diwajibkan menjalani minimal enam kali kunjungan pemeriksaan selama masa kehamilan. Pada trimester pertama, layanan difokuskan pada pemeriksaan dokter, USG, serta pemeriksaan laboratorium lengkap meliputi hemoglobin (HB), golongan darah, malaria, HIV, sifilis, hepatitis, gula darah, dan urin.

Memasuki trimester kedua, ibu hamil menjalani tambahan skrining Diabetes Melitus melalui pemeriksaan gula darah puasa dan post-prandial, serta skrining preeklamsia pada usia kehamilan 24–28 minggu. Pada tahap ini pula, Puskesmas Wania mulai menerapkan skrining kesehatan jiwa bagi ibu hamil.

“Kami ingin memastikan ibu tetap bahagia dan stabil secara psikis, karena kondisi mental sangat memengaruhi tumbuh kembang janin,” jelas Sulistyawati.

Sebagai wilayah endemis malaria, ibu hamil dengan usia kandungan di atas 13 minggu mendapatkan obat pencegahan malaria sebanyak tiga tablet per hari selama tiga hari, yang diberikan secara berkala hingga persalinan. Upaya pencegahan anemia juga dilakukan melalui pemberian minimal 180 tablet tambah darah (TTD) dan kalsium harian.

Status gizi ibu hamil dipantau ketat melalui pengukuran berat badan dan lingkar lengan atas (LiLA) setiap bulan. Sementara itu, status imunisasi Tetanus Toxoid (TT) juga dinilai secara berkala, mulai dari TT1 hingga TT5, guna memberikan perlindungan optimal bagi ibu dan bayi.

Sulistyawati menegaskan, seluruh pemeriksaan laboratorium penting seperti HIV, sifilis, dan hepatitis diberikan secara gratis kepada ibu hamil di Puskesmas Wania.

“Kami mengimbau seluruh ibu hamil untuk rutin memeriksakan kehamilan setiap bulan demi keselamatan ibu dan buah hati,” pungkasnya.

Dengan berbagai inovasi dan layanan menyeluruh tersebut, Puskesmas Wania terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu hamil guna menekan risiko komplikasi kehamilan dan persalinan di Kabupaten Mimika.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *