Example floating
Example floating
pemerintah kabupaten Mimika

PUPR Mimika Gelar Seminar Pendahuluan Pembangunan Jembatan Gantung Mioko–Kamoro

89
×

PUPR Mimika Gelar Seminar Pendahuluan Pembangunan Jembatan Gantung Mioko–Kamoro

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TIMIKA, Nemangkawipos.com — Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menggelar seminar pendahuluan terkait rencana pembangunan Jembatan Gantung Mioko–Kamoro. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Kanguru, Jumat (28/11/2025), bekerja sama dengan PT Arphala Wiratama Consultant sebagai mitra perencanaan.

Mewakili Bupati Mimika, Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan sekaligus Plt Kepala Dinas PUPR Mimika, Inosensius Yoga Pribadi, mengatakan bahwa pembangunan jembatan gantung yang menghubungkan Kampung Mioko dan Kampung Kamoro merupakan langkah strategis pemerintah dalam membuka keterisolasian wilayah serta meningkatkan mobilitas masyarakat.

“Pemerintah Kabupaten Mimika selalu berkomitmen untuk terus meningkatkan infrastruktur dasar, baik jalan, jembatan, maupun fasilitas pelayanan publik lainnya,” ujar Yoga dalam sambutannya.

Baca Juga :

Ia berharap seminar ini menjadi ruang untuk menghimpun masukan teknis, kajian akademis, dan gagasan inovatif dari para ahli serta pemangku kepentingan. Masukan tersebut, kata Yoga, akan menjadi landasan penting agar pembangunan jembatan benar-benar memberi manfaat besar bagi masyarakat dalam jangka panjang.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak mungkin terwujud tanpa kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, akademisi, dan mitra pembangunan lainnya.

“Peran aktif dan kontribusi semua pihak sangat menentukan suksesnya pembangunan jembatan ini,” harapnya.

Sementara itu, Tim Leader perencanaan pembangunan jembatan sekaligus narasumber dari PT Arphala Wiratama Consultant, Muhammad Natsar, menjelaskan bahwa seminar pendahuluan digelar untuk menampung seluruh masukan teknis terkait kelancaran pembangunan.

Ia memaparkan bahwa jembatan gantung dirancang dengan ketinggian 5 meter dan panjang 150 meter dari permukaan tanah, serta akan dibangun dengan memperhatikan kondisi alam setempat.

“Keterlibatan masyarakat lokal menjadi perhatian utama kami, dengan tetap mengacu pada kondisi alam setempat dan mengikuti seluruh regulasi yang berlaku,” jelas Natsar.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *