Example floating
Example floating
Swasta

PTFI Perkuat SDM Papua Lewat Pendidikan Vokasi di IPN Mimika

122
×

PTFI Perkuat SDM Papua Lewat Pendidikan Vokasi di IPN Mimika

Sebarkan artikel ini

Capt : Sejak didirikan pada 2003, Institut Pertambangan Nemangkawi (IPN) yang dibangun PT Freeport Indonesia terus berkembang menjadi pusat pelatihan vokasi berstandar industri dengan program berbasis kompetensi kerja khusus serta berbagai pengembangan SDM lainnya.

Example 468x60

TIMIKA, Nemangkawipos.com — PT Freeport Indonesia (PTFI) terus memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) Papua melalui pengembangan pendidikan vokasi di Institut Pertambangan Nemangkawi (IPN), pusat pelatihan berbasis kompetensi yang berlokasi di Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

Senior Vice President (SVP) Community Development PTFI, Nathan Kum, mengatakan bahwa investasi pendidikan merupakan bagian penting dari investasi sosial perusahaan.

“Fokus kami adalah memastikan generasi muda Papua mendapatkan keterampilan nyata yang dapat dipakai untuk bekerja dan membangun karier,” ujarnya di Timika, Senin (26/11/2025).

Baca Juga :

Ia menjelaskan bahwa PTFI mengembangkan berbagai program pendidikan mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi, termasuk sekolah vokasi seperti IPN dan program beasiswa lanjutan.

“Tujuan kami menyiapkan generasi Papua yang terampil, siap kerja, dan mampu bersaing secara nasional maupun global,” katanya.

IPN merupakan lembaga pendidikan vokasi non-formal yang dirancang untuk membekali anak muda Papua dengan kemampuan teknis dan disiplin kerja yang dibutuhkan industri, khususnya sektor pertambangan. Sejak didirikan pada 2003, IPN berkembang menjadi pusat pelatihan berbasis kompetensi kerja yang terintegrasi dengan kebutuhan dunia industri.

Lebih dari 4.000 siswa telah mengikuti pelatihan di IPN, dengan 90 persen merupakan Orang Asli Papua (OAP). Hingga kini, 71 persen lulusannya bekerja di PTFI dan perusahaan kontraktor.

Pada 2024, sebanyak 289 peserta terpilih dalam Program Apprentice setelah disaring dari 4.938 pendaftar. Para peserta terdiri dari 82 orang Suku Amungme, 96 orang Suku Kamoro, dan sisanya dari lima suku kerabat lainnya. Sebanyak 70 peserta adalah perempuan, mencerminkan komitmen IPN terhadap inklusivitas gender dan keberpihakan kepada masyarakat asli.

Program pelatihan di IPN mencakup Pelatihan Mekanikal; Operator Alat Berat; serta Pekerja Tambang Bawah Tanah (Miner). Pelatihan Mekanikal dibagi dalam empat keahlian: kelistrikan, pengelasan, mekanik alat berat, dan mekanik pabrik.

Selain pelatihan teknis, IPN juga menjalankan Papuan Bridge Program Youth Entrepreneurship (PBP YET) yang melatih anak muda Papua dalam kewirausahaan, inovasi bisnis, dan kemandirian ekonomi.

Alumni IPN asal Suku Amungme, Isai Kum, yang kini bekerja sebagai Operator Haul Truck di PTFI, mengatakan pelatihan di IPN memberinya keterampilan dan kedisiplinan kerja.

“Di IPN, saya tidak hanya belajar teknik, tetapi juga keselamatan kerja dan kerja sama tim. Saya bangga bisa kembali bekerja di tanah kelahiran dan ikut membangun Papua,” ujarnya.

Peserta pelatihan jurusan Electrician, Sri Ningsih W. Watora, asal Suku Kamoro, mengaku IPN membuka peluang baru bagi perempuan Papua untuk memasuki industri pertambangan.

“Sertifikasi dan pengalaman praktik membuat saya percaya diri bersaing di perusahaan mana pun. Saya selalu bilang ke adik-adik, kalau mau serius, IPN adalah salah satu jalan terbaik mengubah masa depan,” tuturnya.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *