Example floating
Example floating
organisasi

PMII Cabang Timika Peringati Harlah ke-65 dan Gelar Dialog Kebangsaan Bertema Kebhinekaan

483
×

PMII Cabang Timika Peringati Harlah ke-65 dan Gelar Dialog Kebangsaan Bertema Kebhinekaan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TIMIKA,nemangkawipos.com – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Timika menggelar perayaan Hari Lahir (Harlah) PMII ke-65 sekaligus Dialog Kebangsaan, bertempat di Hotel Horison Ultima Timika, Rabu (23/4/2025). Kegiatan ini mengusung tema: “Aktualisasi Revolusi Pergerakan dalam Kebhinekaan”.

Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah narasumber, antara lain perwakilan Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Kesbangpol Mimika, Alfasiah, S.STP., M.Si., perwakilan Polres Mimika, AKP Dorty, SE, Pimpinan Redaksi Salam Papua, Sampe P. Sianturi, serta Rektor STKIP Hermon Timika, Dwnsemina Yunita Wabdaron, S.Pd., M.Pd.

Ketua PMII Cabang Timika, Abdullah Rahman Bugis, dalam wawancara bersama NemangkawiPos.com menyampaikan bahwa meskipun PMII lahir pada 17 April 1960, peringatan Harlah kali ini baru dapat digelar pada 23 April 2025 karena dinamika internal dan kesiapan panitia.

Baca Juga :

“Momen ini menjadi refleksi atas perjalanan panjang PMII yang selama 65 tahun telah berkhidmat untuk bangsa dan negara melalui kaderisasi dan gerakan intelektual,” ujar Abdullah.

Lebih lanjut, Abdullah menjelaskan bahwa tema kegiatan dipilih sebagai bentuk respons atas kondisi sosial di Papua, khususnya di Mimika, yang dinilai masih menghadapi tantangan dalam hal toleransi, nasionalisme, dan pemahaman kebangsaan.

“Papua sering disebut sebagai miniatur Indonesia, tetapi dalam realitas sosial, masih banyak tantangan dalam membangun kehidupan bersama yang harmonis di tengah perbedaan,” katanya.

Ia menilai kurangnya sentuhan sosial, budaya, dan edukasi kebangsaan dari berbagai pihak menjadi faktor yang memperkuat potensi konflik. Oleh karena itu, PMII berkomitmen untuk menghadirkan ruang-ruang dialog yang membangun kesadaran kolektif akan pentingnya semangat kebhinekaan dan persatuan.

“Melalui dialog ini, kami ingin mengajak semua elemen pemerintah, aparat, media, dan masyarakat untuk kembali memperkuat nilai-nilai kebangsaan sebagai fondasi hidup bersama di Tanah Papua dan Indonesia,” pungkasnya.

Kegiatan ini ditutup dengan seruan untuk menjaga kedamaian dan membangun Mimika sebagai ruang yang inklusif bagi seluruh suku, agama, dan kelompok sosial.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *