TIMIKA – Guna mengantisipasi dampak buruk penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja, Tabloid BNN menggandeng Yayasan Pena Papua untuk menyelenggarakan program edukasi dan penyuluhan mengenai bahaya narkoba. Kegiatan ini berlangsung di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, dan diikuti oleh para siswa dan guru dari berbagai SMA dan SMK, pada Selasa (15/10/2024).
Acara yang dihadiri oleh 83 siswa dan 17 guru pendamping ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang mendalam terkait risiko penggunaan narkotika serta bagaimana cara menghindarinya. Ketua pelaksana, Muh. A.E. Rumbou, S.Sos., M.Si., menekankan bahwa generasi muda harus dibekali informasi yang memadai untuk menangkal pengaruh negatif narkoba.
“Para pelajar adalah target utama penyalahgunaan narkotika. Melalui sosialisasi ini, kami berharap mereka lebih paham akan dampak buruk narkoba dan mampu menjaga diri dari godaan penyalahgunaan narkoba,” ujar Rumbou. Dia juga menegaskan bahwa peran guru sangat penting dalam memastikan materi ini sampai dengan baik kepada para siswa.
Pemerintah Kabupaten Mimika turut mendukung penuh inisiatif ini. Wilem Naa, Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Kabupaten Mimika, yang membuka acara, menyampaikan pentingnya sinergi antara pemerintah, sekolah, dan organisasi masyarakat dalam melindungi generasi muda dari bahaya narkoba.
“Saat ini, kita tidak hanya bertanggung jawab secara pribadi, tetapi juga secara kolektif untuk melindungi anak-anak kita dari ancaman narkoba,” ujar Wilem Naa.
Selain memberikan pemahaman tentang bahaya narkoba, kegiatan ini juga mengusung misi jangka panjang untuk membentuk Duta Anti Narkoba di kalangan pelajar. Program tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan kampanye anti-narkoba di kalangan siswa.
Kepala Kesbangpol Mimika, Yan Selamat Purba, yang hadir dalam acara ini, menyatakan bahwa edukasi seperti ini penting untuk memastikan pelajar Mimika tetap berada di jalur yang positif.
“Kami akan terus mendukung program-program seperti ini agar pelajar dapat tumbuh menjadi generasi yang kuat, sehat, dan bebas dari narkoba,” ujarnya.
Diharapkan, kegiatan sosialisasi ini dapat menjadi langkah awal untuk membangun generasi muda yang lebih waspada terhadap bahaya narkoba dan turut serta dalam upaya pemberantasan narkotika di Papua Tengah.