pemerintah kabupaten Mimika

Pemkab Mimika Bangun Akses Jalan dan Jembatan Gantung ke Mioko, Anggaran Capai Rp11 Miliar

5
×

Pemkab Mimika Bangun Akses Jalan dan Jembatan Gantung ke Mioko, Anggaran Capai Rp11 Miliar

Sebarkan artikel ini

Caption Foto : Kepala Dinas PUPR Mimika, Inosensius Yoga Pribadi, saat menjelaskan rencana pembangunan akses jalan dan jembatan gantung menuju Kampung Mioko.

Example 468x60

TIMIKA, Nemangkawipos.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika terus mempercepat pembangunan infrastruktur sebagai bagian dari realisasi visi-misi pemerataan pembangunan dari kampung ke kota.

Salah satu proyek prioritas yang akan segera dikerjakan adalah pembangunan akses jalan dan jembatan gantung menuju Kampung Mioko, Distrik Mimika Tengah.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Mimika, Inosensius Yoga Pribadi, menjelaskan bahwa tantangan utama pembangunan di wilayah tersebut adalah kondisi alam, khususnya tingginya curah hujan.

Baca Juga :

“Curah hujan tinggi di daerah Mioko berasal dari wilayah Iwaka, sehingga saat musim hujan terjadi limpahan air ke badan jalan,” ujarnya di Timika, Kamis (26/3/2026).

Sebagai langkah awal, pemerintah telah melakukan penimbunan badan jalan untuk mengantisipasi naiknya debit air. Namun, penanganan teknis lanjutan masih diperlukan, salah satunya melalui pembangunan talud di sepanjang jalan.

Talud tersebut berfungsi untuk menahan material timbunan agar tidak tergerus air saat curah hujan tinggi.

“Talud akan kita bangun agar badan jalan tetap stabil dan material tidak terbuang akibat naiknya air,” jelasnya.

Selain jalan, Pemkab Mimika juga akan membangun jembatan gantung yang menghubungkan Kampung Mioko dengan akses tembus menuju SP 6.

Proyek ini direncanakan mulai dikerjakan pada tahun 2026 dengan alokasi anggaran sekitar Rp11 miliar.

Untuk akses jalan dari SP 6 menuju titik penyeberangan, saat ini masih dalam tahap penimbunan. Proses ini dilakukan secara bertahap karena kondisi wilayah berupa rawa dan hutan sagu.

“Penimbunan menggunakan material pasir dan batu. Setelah padat, kita evaluasi tingkat penurunannya, lalu ditimbun kembali hingga benar-benar siap untuk pengaspalan,” katanya.

Metode pembangunan ini disebut serupa dengan proyek akses jalan menuju kawasan Pomako yang memiliki karakteristik lahan rawa dan hutan bakau.

Menurut Yoga, pembangunan infrastruktur ini merupakan bagian dari implementasi visi pembangunan Bupati Johannes Rettob bersama Wakil Bupati Emanuel Kemong, yakni membangun dari kampung menuju kota.

Dengan adanya akses jalan dan jembatan ini, masyarakat Kampung Mioko diharapkan dapat lebih mudah mengangkut hasil kebun ke pusat kota untuk dipasarkan.

“Tujuan akhirnya adalah membuka keterisolasian wilayah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui akses transportasi yang layak,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *