Example floating
Example floating
Masyarakat

Pemerhati Pendulang Desak Pemda Mimika Cabut Izin Toko Emas yang Tutup Sepihak

3
×

Pemerhati Pendulang Desak Pemda Mimika Cabut Izin Toko Emas yang Tutup Sepihak

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TIMIKA, Nemangkawipos.com – Aksi blokade jalan hingga pembakaran di depan sejumlah toko emas kembali terjadi dalam beberapa pekan terakhir di Timika. Situasi ini dipicu penutupan sejumlah toko pembeli emas hasil dulang tradisional, yang berdampak langsung pada para pendulang.

Pemerhati pendulang Mimika, Arfin Letsoin, dalam keterangan tertulisnya kepada Nemangkawipos.com, Selasa (24/02/2026), meminta Pemerintah Kabupaten Mimika segera mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

“Lagi dan lagi aksi blokade jalan hingga pembakaran terjadi di depan toko emas. Ini akibat para pembeli emas hasil dulang tradisional tutup sehingga memicu amarah pendulang,” tegas Arfin.

Baca Juga :

Menurutnya, persoalan ini bukan sekadar konflik biasa, melainkan menyangkut kebutuhan hidup para pendulang yang menggantungkan penghasilan harian dari penjualan emas.

“Ini urusan perut. Jika hasil dulang tidak bisa dijual, mereka bisa saja melakukan apa saja, termasuk kejadian yang sudah kita saksikan saat ini,” ujarnya.

Dirinya mendesak Pemda Mimika untuk memonitor situasi tersebut secara serius dan segera membentuk unit dagang resmi yang dapat menampung hasil emas para pendulang tradisional. Ia menilai, pendulang merupakan motor penggerak ekonomi di Mimika.

“Pendulang adalah jantung perputaran roda ekonomi di kabupaten ini. Jika toko pembeli emas tidak dibuka, maka pemerintah harus hadir dengan solusi,” katanya.

Arfin bahkan meminta agar izin operasional toko emas yang menutup pembelian hasil dulang dicabut jika tidak lagi beroperasi.

“Kalau memang tidak mau buka, lebih baik tutup selamanya. Kami desak pemerintah cabut izin operasi toko emas di Timika dan siapkan unit dagang untuk menampung hasil pendulang tradisional,” tegasnya.

Ia juga menyesalkan adanya dugaan “permainan kotor” dari sejumlah toko pembeli emas yang dinilai memperkeruh situasi.

Menurutnya, tanpa solusi cepat dari pemerintah, gejolak sosial berpotensi terus berulang dan mengganggu stabilitas keamanan daerah.

Penulis: StendyEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *