Example floating
Example floating
organisasi

Mubes HAPAK Resmi Digelar: Tonggak Sejarah Baru Bagi HAPAK di Mimika

688
×

Mubes HAPAK Resmi Digelar: Tonggak Sejarah Baru Bagi HAPAK di Mimika

Sebarkan artikel ini

Dengan tema “Negele Atie” yang berarti “Diakui Sebagai Pemilik”, acara ini menjadi momen bersejarah untuk memperkuat komitmen pengusaha adat dalam membangun ekonomi berbasis kearifan lokal. Foto: Ocen/24/01/2024.

Example 468x60

TIMIKA,nemangkawipos.com – Honai Adat Pengusaha Amungme Kamoro (HAPAK) berhasil menggelar Musyawarah Besar (Musbes) pertamanya selama dua hari di Hotel Horison Diana Timika. 

Turut hadir Staf Ahli Bidang Keuangan dan Pembangunan Inosensius Yoga Pribadi, anggota DPRD Kabupaten Mimika, anggota DPR Provinsi Papua Tengah, Direktur YPMAK Dr. Leonardus Tumuka, serta perwakilan dari Gapensi, Lemasa, dan Lemasko.

Ketua HAPAK, Oteanus Hagabal, menyampaikan bahwa Musbes ini merupakan langkah penting untuk membangun organisasi yang profesional dan kuat.

Baca Juga :

“Kegiatan ini menjadi momen sejarah baru bagi HAPAK. Saya mengapresiasi setinggi-tingginya semua pihak yang telah mendukung penyelenggaraan Musbes ini, baik secara moral maupun material,” katanya, (24/01/2025).

Dalam sambutannya, Oteanus menjelaskan visi besar HAPAK untuk memberdayakan pengusaha adat agar mampu bersaing di dunia modern tanpa melupakan nilai-nilai budaya.

“Kami ingin menjaga hak-hak usaha anak-anak asli Amungme, Kamoro, dan lima suku kekerabatan lainnya, sekaligus melestarikan budaya agar tetap relevan di tengah perkembangan zaman,” Jelasnya.

Ia juga berharap Musbes ini menjadi momen refleksi bagi organisasi untuk menyusun program kerja yang inovatif dan realistis.

 “Pemilihan pemimpin baru yang memiliki integritas dan visi adalah langkah penting untuk melanjutkan perjuangan HAPAK,” Harapnya.

Staf Ahli Bidang Keuangan dan Pembangunan, Inosensius Yoga Pribadi, menyebutkan bahwa Musbes ini memiliki peran strategis dalam memperkuat solidaritas dan kerja sama di kalangan pengusaha adat.

“Musyawarah ini menjadi sarana menyatukan pengusaha Amungme dan Kamoro untuk membangun ekonomi berbasis adat dan budaya lokal. Pemerintah daerah berkomitmen mendukung langkah-langkah strategis yang dihasilkan dari forum ini. Lanjutnya, pentingnya peran pengusaha lokal sebagai motor penggerak pembangunan daerah.

“Saya berharap hasil Musbes ini tidak hanya menjadi dokumen tertulis, tetapi dapat diimplementasikan untuk menciptakan sinergi antara pengusaha, pemerintah, dan masyarakat adat,” pungkasnya.

Musbes HAPAK diharapkan menjadi pijakan awal yang kuat untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat adat, sekaligus melahirkan langkah-langkah nyata dalam pembangunan yang berlandaskan kearifan lokal.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *