TIMIKA, Nemangkawipos.com – Kabar duka menyelimuti Perumahan Pondok Amor Indah, Distrik Kuala Kencana. Seorang bocah laki-laki berusia 10 tahun berinisial DNRM ditemukan tak bernyawa di kediamannya pada Senin (16/2/2026). Kematian DNRM menyisakan teka-teki besar bagi pihak keluarga dan aparat kepolisian yang kini tengah berpacu mencari penyebab pasti di balik tragedi tersebut.
DNRM sempat dilarikan ke Klinik SOS Kuala Kencana untuk mendapatkan pertolongan pertama, sebelum akhirnya dirujuk ke ruang ICU RSMM Caritas. Namun, takdir berkata lain; pada pukul 06.00 WIT, tim medis menyatakan nyawa bocah malang tersebut tidak tertolong.
Kanit Reskrim Polsek Kuala Kencana, Ipda Y. Tansah Kristiono, menegaskan bahwa pihaknya belum bisa menyimpulkan penyebab kematian korban. Polisi memilih bergerak hati-hati dengan mengedepankan data saintifik.
”Surat permintaan visum sudah kami kirimkan ke rumah sakit. Saat ini, motif dan penyebab kematian masih dalam proses pendalaman intensif,” ujar Ipda Tansah saat dikonfirmasi media.
Langkah visum dipandang krusial untuk menentukan apakah terdapat unsur kekerasan atau penyebab medis lainnya yang menjadi pemicu kematian mendadak sang bocah.
Di balik insiden ini, terselip cerita mengenai perubahan drastis pada kepribadian DNRM. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari lingkungan sekitar dan keterangan awal keluarga, dalam sepekan terakhir DNRM tampak “berbeda”.
Bocah yang biasanya aktif itu mendadak menjadi lebih pendiam dan sering kedapatan melamun. Perubahan psikologis ini menjadi salah satu fokus penyelidikan polisi untuk mengetahui apa yang sebenarnya dialami DNRM sebelum hari kematiannya.
Atas kejadian yang dinilai janggal ini, sebagian keluarga korban dikabarkan tidak tinggal diam. Mereka berencana melayangkan laporan resmi guna mengungkap fakta di balik kepergian DNRM. Hingga saat ini, pihak keluarga masih berdiskusi apakah laporan akan diajukan melalui Polsek Kuala Kencana atau langsung ke Satreskrim Polres Mimika.
Mengingat sensitivitas kasus ini, kepolisian mengimbau masyarakat luas untuk tidak menyebarkan spekulasi liar atau asumsi yang tidak berdasar di media sosial.
”Kami minta masyarakat menyerahkan sepenuhnya proses hukum ini kepada aparat berwenang. Biarkan fakta berbicara melalui hasil penyelidikan resmi,” pungkas Ipda Tansah.
Kematian DNRM kini menjadi pengingat bagi para orang tua untuk lebih peka terhadap perubahan emosional anak. Sementara itu, publik Mimika menanti hasil visum yang diharapkan mampu menyingkap tabir gelap di perumahan Pondok Amor tersebut.




