Example floating
Example floating
Olahraga

Menembus Batas Eropa: Tiga Talenta Muda Papua Football Academy Menuju Austria

290
×

Menembus Batas Eropa: Tiga Talenta Muda Papua Football Academy Menuju Austria

Sebarkan artikel ini

Caption : Potret kebersamaan Dolvi, Yance, dan Jupri (kiri bawah) saat berlaga di Suratin Cup 2025 U15. Pengalaman kompetisi domestik inilah yang membentuk mental baja mereka sebelum akhirnya terpilih mengikuti PFA Elite Camp 2026 Goes to Austria.

Example 468x60

JAKARTA, Nemangkawipos.com — Asa baru sepak bola Papua kembali membumbung tinggi. Sebanyak tiga pemain muda berbakat dari Papua Football Academy (PFA) resmi bertolak menuju Austria untuk mengikuti program seleksi dan pelatihan intensif bertajuk PFA Elite Camp 2026 Goes to Austria.

Ketiga pemain tersebut—Dolvi T. Salossa (15), Jupri Kogoya (15), dan Yance Glen Imbiri—akan menjajal kerasnya atmosfer sepak bola Eropa selama tiga pekan, mulai 12 Februari hingga 9 Maret 2026. Mereka dijadwalkan berlatih bersama tiga klub ternama Austria, yakni FAK Austria Wien (Bundesliga 1), FAC Wien, dan FC First Vienna (Bundesliga 2).

Dalam audiensi bersama jajaran manajemen PT Freeport Indonesia (PTFI) di Jakarta, Senin lalu, Dolvi T. Salossa menyatakan kesiapannya untuk bersaing di level internasional. Siswa kelas 9 ini membawa misi besar untuk meningkatkan jam terbang sekaligus membuktikan kapasitas bakat asli Papua.

Baca Juga :

​”Sa mau bersaing di Eropa dan dapat jam terbang internasional. Sa mau bikin bangga orang tua dan keluarga,” ujar Dolvi dengan nada optimis.

​Setali tiga uang, Jupri Kogoya menegaskan bahwa motivasi utamanya adalah menghapus stigma dan membuktikan bahwa anak-anak Papua memiliki daya saing global. “Sa ingin buktikan tong anak-anak Papua juga bisa bermain di Eropa,” katanya.

​Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas, menegaskan bahwa dukungan perusahaan terhadap PFA merupakan bagian dari komitmen jangka panjang untuk mengembalikan kesuksesan yang diraih PTFI di Papua kepada masyarakat. PFA sendiri didirikan sejak 2022 sebagai kawah candradimuka bagi pesepak bola muda Papua.

​“Pengalaman menimba ilmu di luar negeri akan membentuk mental dan kepercayaan diri untuk selalu kompetitif. Target akhirnya adalah mereka bisa menembus tim nasional,” kata Tony.

Ia menambahkan bahwa program ini bukan sekadar latihan teknis, melainkan investasi mental. “Pemain akan merasakan level sepak bola yang lebih tinggi, yang mungkin belum tentu bisa didapatkan pemain muda lainnya,” tambahnya.

​Program edisi ketiga ini memikul beban harapan besar mengikuti kesuksesan edisi-edisi sebelumnya. Tercatat, alumni Elite Camp angkatan pertama seperti Yulius Pigay, Samuel Cundrad, dan Peres Tjoe telah berhasil menembus skuad final Tim Nasional untuk persiapan Piala Asia U-17 2026. Saat ini, mereka bahkan berkompetisi di Elite Pro Academy (EPA) U-18 bersama tim Garuda United.

Dalam keberangkatan kali ini, para pemain didampingi oleh tim pelatih berpengalaman, termasuk Direktur Akademi PFA Wolfgang Pikal dan Pelatih Kepala Ardiles Rumbiak. Keberangkatan tiga remaja Papua ini diharapkan menjadi pemantik bagi talenta-talenta lain di Bumi Cendrawasih untuk terus bermimpi setinggi langit.

Penulis: StendyEditor: Redaksi
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *