Example floating
Example floating
HUKRIM

Markas Daniel Aibon Kogoya Digempur: Koops TNI Sita Puluhan Juta Rupiah dan Ratusan Amunisi

4
×

Markas Daniel Aibon Kogoya Digempur: Koops TNI Sita Puluhan Juta Rupiah dan Ratusan Amunisi

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

NABIRE, Nemangkawipos.com – Satuan tugas gabungan Koops TNI Papua berhasil menjebol basis pertahanan kelompok bersenjata pimpinan Daniel Aibon Kogoya—pentolan Batalyon Ndulamo Kodap III Ndugama—di wilayah Kepala Air, Nabarua Atas, Kabupaten Nabire, Minggu, 1 Maret 2026.

Operasi penyergapan yang diwarnai kontak tembak sengit ini memaksa kelompok OPM kocar-kacir masuk ke dalam hutan, meninggalkan gudang logistik dan uang tunai bernilai fantastis.

Penyergapan yang berlangsung sejak pukul 10.00 WIT ini menyasar titik koordinat yang diduga kuat menjadi pusat kendali operasi kelompok Daniel Aibon di Distrik Nabire. Saat personel TNI mendekati parameter sasaran, kelompok OPM sempat memberikan perlawanan dengan rentetan tembakan sebelum akhirnya terpukul mundur oleh taktis tempur prajurit Koops TNI.

Baca Juga :

Keberhasilan TNI menguasai markas tersebut mengungkap fakta mengejutkan mengenai kekuatan logistik kelompok Ndugama. Di lokasi kejadian, petugas mengamankan uang tunai sebesar Rp79,7 juta. Temuan uang dalam jumlah besar ini memicu kecurigaan adanya aliran dana “hitam” untuk menyokong aktivitas pemberontakan di wilayah Papua Tengah.

​Selain uang tunai, tim patroli gabungan juga menyita aset tempur strategis, di antaranya:
1. 561 butir amunisi berbagai kaliber (sebelumnya dilaporkan ratusan).
2. 10 magazen senjata api laras panjang.
3. 5 unit Handy Talky (HT) dan 12 unit telepon genggam.
4. Atribut organisasi dan perlengkapan lapangan militer.

​Kapen Koops TNI Papua, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, menegaskan bahwa seluruh barang bukti telah diamankan sebagai bagian dari pengembangan intelijen.

“Kelompok ini mundur dan melarikan diri ke hutan dengan meninggalkan perlengkapan vital mereka. Operasi dilakukan secara profesional dan terukur untuk meminimalisir risiko,” ujar Wirya dalam keterangan resminya.

Jatuhnya basis di Nabarua Atas ini dipandang sebagai kerugian besar bagi faksi Daniel Aibon Kogoya. Kehilangan ratusan amunisi dan dana operasional hampir Rp80 juta tersebut diyakini akan melumpuhkan ruang gerak mereka dalam jangka pendek.

​Selama ini, kehadiran kelompok dari wilayah Nduga yang bermigrasi ke Nabire telah menjadi alarm bagi stabilitas keamanan di ibu kota provinsi tersebut. Dengan jatuhnya markas ini, Koops TNI Papua mengirimkan sinyal keras: tidak ada tempat aman bagi kelompok bersenjata, sekalipun mereka bersembunyi di wilayah Kepala Air yang sulit dijangkau.

​Aparat kini memperketat pengamanan di perimeter hutan Nabarua guna memastikan sisa-sisa kelompok tersebut tidak kembali masuk ke pemukiman warga untuk mencari pasokan logistik pengganti.

Penulis: StendyEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *