Example floating
Example floating
HUKRIM

Lima Pemuda di Beoga Barat Nyatakan Kembali ke NKRI

270
×

Lima Pemuda di Beoga Barat Nyatakan Kembali ke NKRI

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

PUNCAK, Nemangkawipos.com – Pendekatan humanis yang dijalankan Satgas Yonif 732/Banau kembali membuahkan hasil. Lima pemuda Papua yang sebelumnya disebut tergabung dalam kelompok bersenjata pimpinan Joni Botak menyatakan tekad kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di Kampung Jampul, Distrik Beoga Barat, Kabupaten Puncak, Minggu (4/1/2026).

Kelima pemuda tersebut masing-masing Damal Kum alias Oten (19), Iyan Uamang (26), Maikel Uamang (14), Julian Wandagau (18), dan Eten Uamang (24). Mereka mendatangi Titik Kuat Jampul Satgas Yonif 732/Banau dengan didampingi Kepala Suku Kampung Jampul, Kum Uamang, sebagai bentuk dukungan masyarakat adat.

Keputusan tersebut merupakan hasil dari pembinaan teritorial yang berkelanjutan yang dilakukan Satgas Yonif 732/Banau di bawah Komando Operasi TNI Habema. Melalui berbagai program sosial dan kemasyarakatan seperti ROSITA (Borong Hasil Tani), PASTOOR (Pelayanan Kesehatan Door to Door), Banau Berbagi Jumat, serta kegiatan kemanusiaan lainnya, Satgas membangun komunikasi dan kepercayaan dengan masyarakat setempat.

Baca Juga :

Komandan Satgas Yonif 732/Banau, Letkol Inf Muhammad Nurul Chabibi, S.H., mengatakan bahwa pendekatan yang dilakukan mengedepankan dialog dan pelayanan kepada masyarakat.

“Kami hadir bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga menjadi sahabat dan bagian dari masyarakat. Pendekatan kami adalah dialog dan pelayanan, agar masyarakat merasakan kehadiran negara,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kepercayaan masyarakat tersebut mendorong tiga pemuda yang berada di Kampung Jampul untuk mengajak dua rekannya yang sebelumnya berada di Timika agar kembali dan bersama-sama memilih jalan damai.

Sebagai tindak lanjut, Satgas Yonif 732/Banau bersama tokoh masyarakat dan pemerintah setempat menjadwalkan upacara ikrar kesetiaan kepada NKRI yang dilaksanakan pada Minggu (4/1/2026) di depan Titik Kuat Jampul. Prosesi tersebut menjadi simbol rekonsiliasi serta awal proses reintegrasi sosial.

“Pembacaan ikrar bukanlah akhir, melainkan awal dari proses pendampingan. Kami menjamin keamanan dan mendorong mereka mendapatkan program pemberdayaan pemerintah agar dapat membangun kehidupan baru yang bermartabat,” tegas Letkol Chabibi.

Sementara itu, Pangkoops Habema Mayjen TNI Lucky Avianto, S.I.P., M.Si., menilai keberhasilan tersebut sebagai bukti efektivitas operasi teritorial berbasis pendekatan humanis.

“Capaian ini menunjukkan bahwa dialog, pendekatan persuasif, dan pelayanan tulus kepada masyarakat merupakan kunci menciptakan stabilitas keamanan yang berkelanjutan di Papua. TNI hadir tidak hanya untuk menegakkan kedaulatan, tetapi juga sebagai bagian dari solusi perdamaian,” katanya.

Momen kembalinya kelima pemuda tersebut dinilai menjadi simbol harapan baru bagi upaya perdamaian di wilayah Pegunungan Tengah Papua melalui pendekatan dialog, rekonsiliasi, dan pembangunan berbasis kemanusiaan.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *