DPR

Lelang Jabatan Sekda Nduga Disorot, Publik Desak DPRK Turun Tangan

15
×

Lelang Jabatan Sekda Nduga Disorot, Publik Desak DPRK Turun Tangan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

NDUGA, Nemangkawipos.com – Proses seleksi terbuka (lelang jabatan) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, menjadi sorotan publik. Alih-alih mengedepankan transparansi, pengumuman hasil seleksi justru dinilai tidak jelas dan memicu dugaan adanya “permainan” di balik proses tersebut, Selasa (24/3/2026).

Pemerintah Kabupaten Nduga sebelumnya mengklaim hasil seleksi dapat diakses melalui situs resmi. Namun di lapangan, sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) mengaku kesulitan memperoleh informasi tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi—baik melalui konferensi pers maupun surat edaran—terkait nama-nama peserta yang dinyatakan lolos dalam seleksi jabatan tertinggi birokrasi di daerah itu.

Baca Juga :

“Kami bahkan belum menerima informasi resmi apa pun. Kondisi ini membuat kami bertanya-tanya, ada apa sebenarnya di balik proses ini?” ujar salah satu ASN yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Kondisi ini dinilai bertentangan dengan prinsip keterbukaan informasi publik. Mengacu pada Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, setiap badan publik wajib menyampaikan informasi secara terbuka, cepat, dan akurat kepada masyarakat.

Sejumlah pihak menilai ketidakjelasan tersebut dapat mencederai prinsip sistem merit dalam pengisian jabatan ASN, serta memunculkan spekulasi adanya kepentingan tertentu di balik proses seleksi.

Menanggapi situasi ini, sejumlah elemen masyarakat mendesak Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Nduga untuk menjalankan fungsi pengawasan. DPRK diminta segera memanggil panitia seleksi (Pansel) guna meminta klarifikasi.

“DPRK harus turun tangan. Jangan sampai ada intervensi politik yang mencederai integritas birokrasi di Nduga,” ujar seorang pengamat kebijakan publik daerah.

Kini, perhatian publik tertuju pada Pemerintah Kabupaten Nduga. Masyarakat menunggu langkah konkret apakah pemerintah akan segera memberikan penjelasan terbuka guna memulihkan kepercayaan, atau tetap bungkam yang justru memperkuat spekulasi negatif.

Penulis: StendyEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *