Example floating
Example floating
DPR

Legislator DPRK Mimika Serap Aspirasi di Distrik Jila, Infrastruktur dan Pendidikan Jadi Sorotan

5
×

Legislator DPRK Mimika Serap Aspirasi di Distrik Jila, Infrastruktur dan Pendidikan Jadi Sorotan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TIMIKA, nemangkawipos.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika, Abrian Katagame, melaksanakan agenda reses di Distrik Jila untuk menyerap aspirasi masyarakat terkait kebutuhan pembangunan di wilayah tersebut.

Dalam pertemuan tersebut, warga dari 10 kampung di Distrik Jila menyampaikan sejumlah aspirasi penting, terutama terkait percepatan pembangunan infrastruktur dasar dan fasilitas layanan publik yang hingga kini dinilai masih sangat terbatas.

Abrian mengungkapkan bahwa kondisi geografis dan keterbatasan akses menjadi tantangan utama bagi masyarakat di wilayah tersebut. Berdasarkan hasil dialog bersama warga, terdapat beberapa kebutuhan mendesak yang perlu segera ditangani oleh pemerintah daerah. Salah satu usulan prioritas adalah pengaspalan Bandara Noema sepanjang sekitar 150 meter guna meningkatkan keamanan dan kelancaran transportasi udara.

Baca Juga :

Selain itu, masyarakat juga mengusulkan pembangunan tiga titik jembatan permanen untuk menggantikan jembatan darurat yang saat ini digunakan warga.

“Saat ini masyarakat masih menggunakan jembatan darurat untuk menyeberangi kali. Jika debit air meningkat, akses dari bandara menuju kampung-kampung bisa terputus total sehingga menghambat mobilisasi warga,” ujar Abrian saat ditemui, Jumat (13/3/2026).

Persoalan tenaga pendidik juga menjadi perhatian serius. Ia menyebutkan bahwa guru-guru Sekolah Dasar di Kampung Piligogom hingga kini belum memiliki rumah dinas yang layak.

Akibatnya, sebagian guru terpaksa menumpang di rumah warga atau menggunakan rumah bantuan layak huni yang sebenarnya diperuntukkan bagi masyarakat.

Di samping itu, warga juga meminta adanya penambahan pembangunan rumah sehat yang lebih merata di Distrik Jila.

Terkait sanitasi dan kebutuhan air bersih, Abrian menyampaikan bahwa kawasan sekitar Bandara Baru Jila hingga saat ini belum memiliki akses air bersih yang memadai. Warga masih bergantung pada sumber air pegunungan yang diambil secara manual.

Ia menambahkan bahwa meskipun pembangunan infrastruktur air bersih telah mulai dilakukan oleh Dinas PUPR di ibu kota distrik, perluasan jaringan ke kampung-kampung sekitar sangat mendesak untuk direalisasikan.

Abrian menegaskan bahwa aspirasi masyarakat tersebut akan dibawa dan diperjuangkan dalam sidang paripurna DPRK Mimika agar dapat masuk dalam prioritas program pembangunan daerah.

“Tiga hal yang paling mendesak adalah pembangunan jembatan permanen, rumah layak huni, dan rumah guru. Kami akan mendorong pemerintah daerah agar memberi perhatian serius kepada Distrik Jila sehingga kesenjangan pembangunan bisa segera diatasi,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *