Example floating
Example floating
HUKRIM

KOPERAPOKA MEMBARA! Brimob Dihujani Panah Wayar, Pecah Kontak Senjata Saat Polisi Bubarkan Massa di Jalan Ahmad Yani

350
×

KOPERAPOKA MEMBARA! Brimob Dihujani Panah Wayar, Pecah Kontak Senjata Saat Polisi Bubarkan Massa di Jalan Ahmad Yani

Sebarkan artikel ini

Caption: Timika mencekam malam ini! Bentrokan pecah di depan SDN 3 Mimika, Jalan Ahmad Yani (28/1/2026). Aparat keamanan dan warga saling serang! Dua personel Brimob dilaporkan terluka parah terkena panah wayar dan harus dilarikan ke RS Herlina. Amuk massa dipicu tuntutan penangkapan pelaku pembacokan SL yang tak kunjung tertangkap.

Example 468x60

TIMIKA, Nemangkawipos.com – Kelurahan Koperapoka benar-benar berubah menjadi medan perang. Pada Rabu malam (28/1/2026) sekitar pukul 19.00 WIT, situasi di depan SDN 3 Mimika meledak setelah aksi saling serang antara kelompok warga dan aparat keamanan pecah di tengah kegelapan kota.

Aparat keamanan yang berupaya membuka blokade jalan dipaksa bekerja keras setelah massa melancarkan serangan membabi buta menggunakan panah wayar dan batu. Suasana mencekam tak terhindarkan saat rentetan tembakan peringatan dilepaskan aparat ke udara untuk membubarkan massa yang kian beringas.

​Harga mahal harus dibayar dalam bentrokan ini. Dua anggota Brimob Batalyon B Pelopor Polda Papua Tengah dilaporkan tumbang setelah terkena hantaman panah wayar di tengah kericuhan. Kedua personel yang terluka tersebut langsung dilarikan ke Rumah Sakit Herlina untuk menjalani operasi darurat.

Baca Juga :

​”Dua anggota kami terkena panah wayar saat mencoba mengendalikan situasi,” lapor sumber di lapangan.

​Aksi brutal warga ini merupakan puncak kekecewaan atas kasus pembacokan yang menimpa kerabat mereka berinisial SL. Massa yang sejak pagi membakar ban dan memblokade jalan menuntut pihak kepolisian tidak hanya sekadar janji, tetapi segera menangkap pelaku pembacokan yang hingga kini masih misterius.

​Namun, aksi menuntut keadilan tersebut justru berujung pada tindakan anarkis. Massa yang sudah tersulut emosi memilih melakukan perlawanan terbuka terhadap aparat yang mencoba melakukan penertiban.

​Hingga berita ini diterbitkan, situasi di putaran kapsul Jalan Ahmad Yani masih sangat mencekam. Aparat keamanan dengan senjata lengkap masih melakukan pengejaran terhadap sejumlah warga yang diduga menjadi provokator serangan. Asap hitam dari ban bekas yang dibakar masih menyelimuti langit Koperapoka, sementara akses jalan utama kota Timika lumpuh total.

​Polisi mengimbau warga lain untuk tetap di dalam rumah dan menjauhi area konflik, mengingat serangan susulan menggunakan senjata tajam dan panah masih berpotensi terjadi di tengah malam yang dingin ini.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *