Example floating
Example floating
HUKRIM

Konflik Pilkada Puncak Jaya: 12 Tewas, 91 Luka, dan Ratusan Rumah Terbakar

303
×

Konflik Pilkada Puncak Jaya: 12 Tewas, 91 Luka, dan Ratusan Rumah Terbakar

Sebarkan artikel ini

Foto : Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, saat menggelar konferensi pers dalam bentuk video yang diterima langsung nemangkawipos.com

Example 468x60

TIMIKA,nemangkawipos.com – Satuan Tugas (Satgas) Humas Operasi Damai Cartenz 2025 melaporkan perkembangan situasi keamanan terkini di Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah, pasca pemilihan kepala daerah. Hingga Selasa (8/4/2025), sedikitnya 12 orang dilaporkan meninggal dunia, 91 orang luka-luka, dan 201 bangunan terbakar akibat bentrokan antara massa pendukung dua pasangan calon bupati.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, mengungkapkan bahwa konflik telah berlangsung sejak 27 November 2024 hingga awal April 2025. Bentrokan melibatkan massa dari Paslon 01 dan Paslon 02. Delapan dari 12 korban meninggal berasal dari kubu Paslon 01.

“Mayoritas korban luka mengalami cedera akibat terkena panah. Selain itu, satu korban meninggal dunia tertembak oleh anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang memanfaatkan situasi politik untuk melancarkan aksinya,” jelas Kombes Yusuf dalam konferensi pers. (8/4/2025)

Baca Juga :

Aksi kekerasan juga menyebabkan terbakarnya 201 bangunan, termasuk rumah warga, sekolah, kantor distrik, dan kantor partai politik. Pembakaran terbaru terjadi pada Minggu (6/4) di Kampung Pagaleme, Distrik Pagaleme, yang diduga sebagai aksi balasan atas kematian simpatisan Paslon 02. Tiga rumah yang terbakar milik Matius Kiwo (pensiunan PNS), H. Ukkas (staf ahli PNS), dan Lidik (anggota Satpol PP).

Tragedi lainnya terjadi pada Senin malam (7/4), sekitar pukul 18.45 WIT, saat IPTU (Purn) Jamal Renhoad tewas ditembak oleh dua orang tak dikenal (OTK) di Distrik Mulia. Korban dievakuasi ke RSUD Mulia dan jenazah telah diserahkan ke keluarga. Aparat TNI-Polri melakukan penyekatan dan penyisiran untuk mengejar pelaku.

Sebanyak 700 warga mengungsi ke Mapolres Puncak Jaya dan Sekolah Alkitab untuk menyelamatkan diri. Satgas Damai Cartenz telah memberikan bantuan makanan dan pelayanan kesehatan bagi para pengungsi.

“Selama masa pengungsian, kami memastikan kebutuhan dasar mereka terpenuhi. Ini bagian dari komitmen kami untuk melindungi warga sipil,” tegas Kombes Yusuf.

Ia menambahkan, pada awal Maret 2025 lalu, Satgas berhasil membongkar jaringan pemasok senjata api dan amunisi lintas provinsi yang selama ini menyuplai KKB di Puncak Jaya. Keberhasilan ini dianggap mampu mencegah jatuhnya korban yang lebih banyak.

Kasatgas Humas mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi dan menyerahkan penanganan konflik kepada aparat yang berwenang.

“Kami meminta masyarakat menahan diri, tidak menyebarkan hoaks, dan mempercayakan proses hukum kepada pihak berwenang. Kami pastikan penanganan dilakukan secara profesional dan tuntas,” tutupnya.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *