Example floating
Example floating
DPR

Konflik Kwamki Narama Telan Enam Korban, Ketua Komisi II DPRK Mimika Minta Penanganan Serius

637
×

Konflik Kwamki Narama Telan Enam Korban, Ketua Komisi II DPRK Mimika Minta Penanganan Serius

Sebarkan artikel ini

Capt : Ketua Komisi II DPRK Mimika, Dolfin Beanal, saat diwawancarai di ruang kerjanya. | Foto: Stendy

Example 468x60

TIMIKA, Nemangkawipos.com — Ketua Komisi II DPRK Mimika, Dolfin Beenal, menyoroti seriusnya konflik yang kembali memanas di Distrik Kwamki Narama, Mimika. Ia menyebut konflik yang telah menelan enam korban jiwa itu tidak bisa lagi dibiarkan dan harus segera ditangani secara terpadu oleh pemerintah dan aparat keamanan.

“Saya bicara di media karena ini persoalan kemanusiaan. Tadi malam juga ada satu korban lagi, sehingga total sudah enam orang. Ini tidak bisa kita abaikan,” tegas Dolfin saat diwawancarai di ruang kerjanya, Kamis (11/12/2025).

Menurutnya, situasi keamanan di Kabupaten Mimika saat ini berada dalam kondisi yang tidak stabil. Meski aparat telah mengambil langkah-langkah mediasi, konflik masih terus berlanjut. Karena itu, Dolfin meminta Pemerintah Kabupaten Mimika dan pihak keamanan untuk berkolaborasi mencari solusi permanen.

Baca Juga :

“Konflik ini mungkin persoalan internal mereka, tetapi dampaknya dirasakan semua pihak. Ini rumah kita, Kabupaten Mimika, jadi menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menjaga agar tetap aman,” ujarnya.

Dirinya mengaku sangat prihatin melihat rentetan kekerasan di Kwamki Narama, terlebih karena wilayah tersebut dihuni oleh masyarakat yang telah lama tinggal dan berdomisili di Mimika.

“Jangan lagi lihat konflik ini datang dari mana. Yang terpenting, para pelakunya tinggal di Mimika. Maka persoalan ini juga menjadi tanggung jawab Mimika. Rumah kita harus aman dulu, baru kita bisa bicara hal lain,” katanya.

Selain itu, Ia menegaskan memasuki bulan Desember yang merupakan momen umat Kristen menyambut Natal, pertumpahan darah seharusnya tidak terjadi.

“Enam orang sudah menjadi korban. Ini sangat menyedihkan. Jangan tunggu masalah semakin meluas. Kita harus lihat persoalan ini dengan serius, terutama karena ini menyangkut orang Papua, masyarakat kita sendiri,” tegas Dolfin.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *