Example floating
Example floating
Pemerintahan

Komisi II DPRK Mimika Tinjau Bulog dan PLN, Penyaluran Beras Rastra Kembali Dilanjutkan

292
×

Komisi II DPRK Mimika Tinjau Bulog dan PLN, Penyaluran Beras Rastra Kembali Dilanjutkan

Sebarkan artikel ini

Capt: Komisi II DPRK Mimika berfoto bersama jajaran Bulog dan PLN Timika usai melakukan pengawasan pelayanan distribusi beras Rastra, Jumat (18/7/2025). Foto/Red

Example 468x60

TIMIKA, Nemangkawipos.com – Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika melakukan kunjungan kerja ke Kantor Perum Bulog Cabang Timika, Jumat (18/7/2025), untuk meninjau langsung pelayanan ketahanan pangan dan memastikan keberlanjutan distribusi bantuan sosial di Kabupaten Mimika.

Dalam kunjungan tersebut, Komisi II memastikan bahwa penyaluran beras bantuan sosial melalui Program Beras Sejahtera (Rastra) akan kembali dilaksanakan mulai Selasa, 22 Juli 2025.

Sekretaris Komisi II DPRK Mimika, Adrian Andika Tie, menyampaikan bahwa penyaluran sempat terhenti dalam waktu yang cukup lama. Namun saat ini, Bulog menyatakan telah siap kembali menyalurkan bantuan ke seluruh kelurahan.

Baca Juga :

“Penyaluran beras Rastra ini sudah cukup lama terhenti. Namun dalam pertemuan tadi, Bulog menyampaikan bahwa besok mereka akan kembali mendistribusikannya ke kelurahan,” ujar Adrian.

Komisi II DPRK Mimika juga menekankan pentingnya akurasi pendataan agar bantuan tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.

“Kami tekankan kepada pihak distrik agar melakukan pendataan secara benar, sehingga beras Rastra benar-benar sampai kepada masyarakat kurang mampu, bukan disalahgunakan atau bahkan dijual kembali,” tegasnya.

Adrian berharap DPRK turut dilibatkan dalam proses pengawasan distribusi. Meski penyaluran saat ini hanya dijadwalkan berlangsung selama satu bulan, Komisi II mendorong agar program ini dapat menjadi bantuan rutin setiap bulan.

Terkait ketersediaan cadangan pangan, Adrian menyebut saat ini Bulog Timika memiliki stok beras sebanyak 2.600 ton, termasuk stok minyak goreng dan gula pasir. Namun demikian, ia menyoroti keterbatasan fasilitas penyimpanan yang bisa berdampak pada kelancaran distribusi.

“Gudang utama Bulog hanya berkapasitas 1.000 ton, dan mereka masih menyewa gudang tambahan berkapasitas 600 ton. Kami harap ada peningkatan fasilitas penyimpanan agar distribusi, termasuk untuk ASN dan TNI-Polri, bisa berjalan lebih optimal,” pungkasnya.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *