Example floating
Example floating
Pemerintahan

Komisi II DPRK Mimika Soroti Kondisi Memprihatinkan Pasar Sentral: Drainase Kotor hingga Blok Kosong

223
×

Komisi II DPRK Mimika Soroti Kondisi Memprihatinkan Pasar Sentral: Drainase Kotor hingga Blok Kosong

Sebarkan artikel ini

Capt: Foto bersama anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika saat melakukan kunjungan kerja ke Pasar Sentral Timika, Jumat (18/7/2025).

Example 468x60

TIMIKA, Nemangkawipos.com – Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika melakukan kunjungan kerja ke Pasar Sentral Timika, Jumat (18/7/2025), untuk meninjau langsung kondisi infrastruktur pasar dan mendengarkan keluhan para pedagang.

Sekretaris Komisi II DPRK Mimika, Adrian Andhika Thie, menilai kondisi Pasar Sentral saat ini sangat memprihatinkan. Salah satu sorotan utama adalah tiga blok bangunan besar yang telah lama dibangun namun belum dimanfaatkan secara optimal.

“Dari hasil kunjungan kami, terlihat jelas bahwa bangunan-bangunan ini sangat tidak terurus. Tidak ada perawatan memadai. Fasilitas minim dan jumlah pengunjung yang rendah membuat pedagang enggan menempatinya,” ujar Adrian.

Baca Juga :

Adrian juga menyoroti buruknya kebersihan di lingkungan pasar, khususnya pada saluran drainase yang dipenuhi sampah dan mengalami penyumbatan.

“Kondisi drainase sangat kotor dan tidak higienis. Kami mendesak dinas terkait segera membersihkan aliran tersebut agar tidak menjadi sarang penyakit seperti malaria dan DBD. Lingkungan pasar harus bersih dan nyaman bagi pedagang maupun pembeli,” tegasnya

Dalam kunjungan itu, Komisi II menerima keluhan langsung dari mama-mama Papua yang berjualan di pasar. Mereka mengaku harus bergotong royong membayar biaya listrik dan fasilitas toilet, meskipun setiap hari harus bekerja penuh.

“Kami sangat prihatin. Seharusnya pemerintah hadir dan memberikan kemudahan bagi mama-mama Papua yang menjadi tulang punggung ekonomi lokal. Bukan justru membebani mereka,” katanya.

Meski demikian, Komisi II DPRK Mimika juga memberi apresiasi atas adanya area khusus penjualan noken dan produk-produk kearifan lokal Papua yang kini mulai tersedia di area pasar.

“Langkah ini patut diapresiasi. Tapi ke depan perlu ditingkatkan lagi. Pasar Sentral harus menjadi pusat perdagangan sekaligus etalase produk khas Papua, baik untuk kebutuhan harian maupun oleh-oleh,” ujar Adrian.

Komisi II DPRK Mimika berharap Pemerintah Kabupaten dan OPD teknis terkait terus berkomitmen dalam pembenahan manajemen dan fasilitas Pasar Sentral agar daya tarik konsumen meningkat, serta perputaran ekonomi rakyat di pusat kota dapat tumbuh lebih kuat. (Redaksi)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *