Example floating
Example floating
Pemerintahan

Ketua DPRK Kunjungi Kokonao, Warga Minta Kokonao Jadi Ibu Kota Pemekaran Mimika Barat

523
×

Ketua DPRK Kunjungi Kokonao, Warga Minta Kokonao Jadi Ibu Kota Pemekaran Mimika Barat

Sebarkan artikel ini

Capt: Ketua DPRK Mimika Primus Natikapereyau dan Anggota DPRK Yan Piterson Laly foto bersama warga usai menyerap aspirasi pemekaran wilayah di Kampung Kokonao, Distrik Mimika Barat, Sabtu (26/7/2025).

Example 468x60

TIMIKA, Nemangkawipos.com – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika, Primus Natikapereyau, bersama Anggota DPRK Yan Piterson Laly melakukan kunjungan kerja ke Distrik Mimika Barat, tepatnya di Kampung Kokonao, Sabtu (26/7/2025), guna menyerap aspirasi masyarakat.

Dalam dialog bersama masyarakat, perwakilan warga, Yoseph Mawapoka, menyampaikan bahwa Kokonao sebagai distrik tertua di wilayah pesisir memiliki sejarah panjang yang menjadikannya layak sebagai calon ibu kota dalam rencana pemekaran wilayah Mimika Barat.

“Kami di Mimika Barat yang paling berhak mendapatkan status ibu kota dari pemekaran karena Kokonao memiliki sejarah panjang. Kami juga butuh perhatian terkait rumah layak huni, lapangan pekerjaan bagi generasi muda, dan formasi PNS yang berpihak pada masyarakat asli,” ungkap Yoseph.

Baca Juga :

Ia juga menekankan pentingnya kehadiran dan keberlanjutan pelayanan publik di Kokonao.

“Kami minta agar semua yang ditugaskan di sini, baik TNI, Polri, maupun PNS, benar-benar menetap dan memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat,” tegasnya.

Menanggapi aspirasi tersebut, Ketua DPRK Mimika, Primus Natikapereyau, menyatakan bahwa pihaknya memahami keinginan masyarakat dan akan terus mendorong proses pemekaran wilayah Mimika Barat.

“Saya datang langsung ke pesisir, ke Kokonao, dan mendengar langsung suara masyarakat. Mereka sangat menginginkan pemekaran ini segera terwujud. Mudah-mudahan proses pemekaran tetap berjalan,” kata Primus.

Namun ia mengingatkan pentingnya kesiapan sumber daya manusia (SDM) lokal agar bisa mengisi jabatan strategis di daerah baru hasil pemekaran.

“Kita harus pikirkan juga SDM, agar anak-anak asli suku Kamoro dapat mengisi jabatan-jabatan penting. Selain itu, semua keluhan masyarakat hari ini akan kami dorong sebagai bagian dari fungsi pelayanan dan pengawasan kami di DPR, bukan mencari kesalahan OPD,” tegasnya.

Sementara itu, Anggota DPRK, Yan Piterson Laly, menegaskan bahwa masyarakat Kokonao secara moral siap menerima pemekaran jika hal tersebut segera direalisasikan oleh pemerintah.

“Kenapa kami katakan layak? Karena sejarah peradaban di wilayah pesisir Mimika dimulai dari Kokonao. Ini adalah kota sejarah. Kalau ada perkembangan dalam proses pemekaran, kami akan terus perjuangkan bersama Ketua DPRK karena ini adalah keinginan murni masyarakat,” tutup Yan.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *