Example floating
Example floating
pemerintah kabupaten Mimika

Kepala Distrik Mimika Barat Jauh Jelaskan Mekanisme Penyaluran PKH Berbasis Kearifan Lokal

3
×

Kepala Distrik Mimika Barat Jauh Jelaskan Mekanisme Penyaluran PKH Berbasis Kearifan Lokal

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TIMIKA, Nemangkawipos.com – Penyaluran bantuan sembako dan Program Keluarga Harapan (PKH) di Distrik Mimika Barat Jauh dinilai berjalan lancar dan minim keluhan dari masyarakat.

Kepala Distrik Mimika Barat Jauh, Ever Kukuareyau, menegaskan bahwa sistem penyaluran berbasis kearifan lokal yang melibatkan kepala kampung menjadi kunci utama distribusi bantuan agar tepat sasaran.

Hal tersebut disampaikannya usai kegiatan penyerahan bantuan sembako PKH tahap I tahun 2026 yang berlangsung di Kantor Pos Timika, Selasa (17/03/2026).

Baca Juga :

“Selama ini teknis penyaluran dilakukan melalui kepala-kepala kampung. Kami dari distrik menerima, lalu diserahkan ke kepala kampung untuk dikelola dan disalurkan ke masyarakat sesuai kearifan lokal,” ujarnya.

Menurut Ever, hingga saat ini belum ada laporan signifikan dari masyarakat terkait ketidakadilan dalam penyaluran bantuan.

“Sejauh ini tidak ada laporan masyarakat yang tidak menerima bantuan. Kalau ada, silakan laporkan kepada kami untuk ditindaklanjuti,” tegasnya.

Ia menjelaskan, persoalan masyarakat yang belum menerima bantuan umumnya disebabkan oleh dua faktor, yakni belum terdata atau belum tersampaikan dalam proses distribusi.

Terkait kriteria penerima bantuan, Ever mengakui bahwa penentuan sepenuhnya berada pada instansi teknis seperti Dinas Sosial, berdasarkan data statistik dari pemerintah pusat. Sementara pihak distrik hanya berperan mengusulkan data masyarakat yang dinilai layak.

“Indikator penerima itu dari data statistik. Kami di distrik hanya mengusulkan, sementara penentuan ada di Dinas Sosial,” jelasnya.

Ia juga menyoroti kondisi masyarakat di wilayah Mimika Barat Jauh, khususnya di daerah pesisir, yang sebagian besar masih tinggal di rumah bantuan. Kondisi tersebut menjadi salah satu indikator bahwa masyarakat masih layak menerima bantuan sosial.

“Kalau dilihat, sekitar 80 sampai 90 persen masyarakat di wilayah kami tinggal di rumah bantuan. Ini menunjukkan mereka masih layak menerima bantuan sosial,” ungkapnya.

Selain bantuan PKH dari Dinas Sosial, masyarakat juga menerima bantuan lain seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari dana kampung.

Karena itu, pendekatan berbasis kearifan lokal dinilai penting untuk menjaga keseimbangan dan menghindari potensi konflik sosial di tengah masyarakat.

“Penyaluran berbasis kearifan lokal ini penting agar tidak menimbulkan konflik sosial. Semua disesuaikan dengan kondisi masyarakat setempat,” tambahnya.

Distrik Mimika Barat Jauh sendiri terdiri dari lima kampung yang seluruhnya menjadi sasaran penyaluran bantuan. Pemerintah distrik berharap ke depan pendataan penerima bantuan dapat semakin akurat sehingga tidak ada lagi masyarakat yang terlewat.

Dengan sistem yang telah berjalan saat ini, pemerintah distrik optimistis penyaluran bantuan sosial akan terus berjalan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Penulis: StendyEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *