pemerintah kabupaten Mimika

Kelurahan Inauga Luncurkan Kois Sampah, Warga Diajak Pilah dan Tukar Sampah Jadi Sembako

2
×

Kelurahan Inauga Luncurkan Kois Sampah, Warga Diajak Pilah dan Tukar Sampah Jadi Sembako

Sebarkan artikel ini

Caption: Kepala Kelurahan Inauga, Gerson Rumbarar, S.E., M.Si., usai diwawancarai wartawan Nemangkawipos.com. Foto: Stendy

Example 468x60

TIMIKA, Nemangkawipos.com – Pemerintah Kelurahan Inauga, Distrik Wania, Kabupaten Mimika mulai mengoperasikan program Kois Sampah sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah sekaligus menjaga kebersihan lingkungan.

Kepala Kelurahan Inauga, Gerson Rumbarar, SE., M.Si mengatakan program tersebut sebenarnya telah diluncurkan pada tahun 2025, dan mulai aktif berjalan sejak Januari 2026, khususnya dalam kegiatan penimbangan sampah.

“Kami menghimbau masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan, tetapi mulai memilah sampah seperti botol plastik, botol oli, dan jenis lainnya untuk kemudian dibawa ke Kois Sampah,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (31/3/2026).

Baca Juga :

Ia menjelaskan, masyarakat dapat melaporkan atau mengakses layanan Kois Sampah melalui aplikasi Kois Sampah Mimika Inauga yang tersedia di Play Store.

“Setiap kelurahan di Timika sudah memiliki aplikasi Kois Sampah. Khusus warga Inauga, jika ada kendala bisa langsung datang ke kantor kelurahan atau menghubungi petugas,” jelasnya.

Pelayanan Kois Sampah di Kelurahan Inauga dibuka setiap hari Selasa dan Rabu, dengan petugas yang siap membantu masyarakat dalam proses penimbangan.

Selain itu, masyarakat juga dapat menghubungi petugas melalui grup WhatsApp di nomor 085254966910, 081354030275, dan 082246693508.

Gerson menambahkan, program ini merupakan arahan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mimika, agar layanan pengelolaan sampah lebih dekat dengan masyarakat.

“Warga bisa menimbang sampah di kelurahan masing-masing atau di lokasi terdekat sesuai jangkauan. Di Inauga, kami terbuka untuk semua masyarakat yang ingin menimbang sampah di sini,” katanya.

Namun demikian, ia mengakui hingga saat ini partisipasi masyarakat masih tergolong rendah. Sejak Januari hingga Maret 2026, baru sekitar 20 orang yang aktif membawa sampah untuk ditimbang.

“Kendala kami ada pada sosialisasi karena keterbatasan anggaran operasional. Kami berharap dukungan dari DLH dan semua pihak, termasuk RT, agar program ini bisa berjalan maksimal,” ujarnya.

Sementara itu, petugas Kois Sampah Kelurahan Inauga, Enjel, menambahkan bahwa sistem pengelolaan sampah telah terintegrasi dengan aplikasi digital.

“Setelah sampah ditimbang, datanya langsung dimasukkan ke aplikasi dan masyarakat bisa melihat jumlah poin yang diperoleh,” jelasnya.

Ia menyebutkan, setiap poin sampah dihargai sekitar Rp3.500 dan dapat ditukar dengan kebutuhan pokok (sembako).

“Kami tidak membatasi jumlah sampah yang dibawa. Masyarakat bisa datang langsung atau melapor, nanti petugas yang akan turun ke lokasi,” tambahnya.

Dengan adanya program ini, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya pengelolaan sampah serta dapat memperoleh manfaat ekonomi dari sampah yang selama ini dianggap tidak bernilai.

Penulis: StendyEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *