Example floating
Example floating
Pemerintahan

HUT ke-17 Deiyai: Upacara Khidmat, Ribuan Warga Padati Kantor Bupati

88
×

HUT ke-17 Deiyai: Upacara Khidmat, Ribuan Warga Padati Kantor Bupati

Sebarkan artikel ini

Capt : Bupati Deiyai Melkianus Mote menyerahkan penghargaan kepada Tim Pemekaran Deiyai dalam peringatan HUT ke-17 kabupaten tersebut.

Example 468x60

WAGHETE, Nemangkawipos.com — Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Deiyai ke-17 yang digelar di Halaman Kantor Bupati Deiyai, Tigidoo, Kampung Mugouda, Rabu (26/11/2025), berlangsung khidmat dan meriah. Ribuan ASN, tenaga kontrak, TNI/Polri, KONI, KNPI, KADIN, APINDO, Pramuka, tokoh adat, tokoh perempuan, tokoh agama, tokoh masyarakat, tenaga kesehatan, tenaga pendidikan, hingga perbankan (Bank BRI dan Bank Papua) memenuhi lokasi upacara.

Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, Kapolres, Dandim, para kepala OPD, dan pimpinan organisasi masyarat turut hadir dalam upacara yang digagas sebagai bentuk syukur pada tahun pertama kepemimpinan Bupati Deiyai, Melkianus Mote.

Tema HUT ke-17 tahun ini, “Bersatu dan bekerja bersama membangun Deiyai (Enaimoo Ekowai) untuk Deiyai”, menekankan pemerataan kesejahteraan yang berkeadilan, terutama bagi kelompok yang terpinggirkan: Daba, Dobiyo, Miaa, adama (orang kecil, yatim piatu, janda-duda, dan lansia). Fokus pembangunan lima tahun ke depan diarahkan pada pendidikan, kesehatan, dan ekonomi kerakyatan.

Baca Juga :

Dalam amanatnya, Bupati Melkianus Mote menegaskan bahwa setiap pemimpin memiliki masanya untuk berbakti dan bekerja keras membangun daerah.

“Semua pihak memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan estafet pembangunan dengan slogan Enaimoo Ekowai untuk Deiyai,” tegasnya.

Ia mengajak masyarakat memaknai motto daerah, “Dou, Gai, Ekowai” (melihat, berpikir, bekerja) sebagai pedoman dalam tindakan dan pelayanan publik.

Bupati Mote juga menyampaikan bahwa tahun pertama kepemimpinannya difokuskan pada penegakan disiplin ASN dan penyediaan fasilitas penunjang pembangunan. Ia optimistis bahwa pada penghujung 2025, seluruh perangkat daerah semakin siap bekerja melayani masyarakat.

Usai upacara, Bupati Melkianus Mote memberikan penghargaan kepada Tim Pemekaran Kabupaten Deiyai yang dikenal sebagai “Tim Buta Huruf”—sebuah akronim yang menegaskan bahwa masyarakat sederhana pun mampu berjuang menghadirkan daerah otonom baru.

Penghargaan diterima Ketua Tim Pemekaran, Mesak Pakage, S.Sos, disertai pemberian cenderamata noken dan mahkota bulu kasuari sebagai simbol penghormatan.

“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Bupati karena telah memberikan apresiasi ini kepada kami,” ujar Zet Mote, anggota tim pemekaran.

Yuneas Edowai menambahkan bahwa selama bertahun-tahun mereka tidak pernah dianggap dan hanya mengharapkan pengakuan pemerintah.

Bupati Mote menegaskan bahwa perjuangan mereka merupakan sejarah penting bagi lahirnya Kabupaten Deiyai.

Pemerintah Kabupaten Deiyai juga memberikan apresiasi kepada para perintis pembangunan daerah:

1. Perintis Pendidikan Samara, Yusak Ikomou,

2. Perintis Kesehatan Yeheskiel Mote, Kristina Gobai

1. Perintis Agama Zakeus Pakage, Thomas Adii, dan Hendrikus Okmonggop

Bupati juga memberikan penghargaan kepada para pemimpin pemerintahan terdahulu: Bupati Karateker pertama: Drs. Blasius Pakage, Bupati pertama: Dance Takimai, dan  Bupati kedua: Ateng Edowai

Perayaan semakin meriah dengan pameran UMKM dan hiburan rakyat di Lapangan Thomas Adii. Mama-mama Papua menjual noken, kerajinan tangan, dan kuliner tradisional.

Aksi mencuri perhatian terjadi ketika Bupati dan Wakil Bupati Deiyai memborong dagangan mama-mama Papua, diikuti para kepala OPD dan kepala Distrik Tigi. Langkah ini menjadi simbol dukungan terhadap ekonomi lokal.

Panggung hiburan menampilkan berbagai grup band lokal, sementara stand komunitas menampilkan kreativitas warga.

Kegiatan ditutup dengan pemotongan kue dan tumpeng HUT, diikuti pembagian hadiah lomba desain batik khas suku Mee, lomba mewarnai tingkat TK/PAUD, serta penyerahan penghargaan kepada tokoh agama, pendidikan, dan kesehatan.

Perayaan HUT ke-17 Kabupaten Deiyai ini diharapkan menjadi momentum memperkuat persaudaraan dan semangat membangun Deiyai yang lebih maju dan berkeadilan.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *