Pemerintahan

DPRK Mimika Gelar Paripurna Dengar Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo di HUT RI ke-80

390
×

DPRK Mimika Gelar Paripurna Dengar Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo di HUT RI ke-80

Sebarkan artikel ini

Capt: Foto bersama usai rapat paripurna DPRK Mimika dalam rangka mendengarkan pidato kenegaraan Presiden RI Prabowo Subianto pada HUT ke-80 Kemerdekaan RI, Jumat (15/8/2025).

Example 468x60

TIMIKA, Nemangkawipos.com – Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika menggelar rapat paripurna untuk mendengarkan pidato kenegaraan Presiden Republik Indonesia pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan RI, Jumat (15/8/2025).

Rapat yang berlangsung khidmat di Gedung Serbaguna DPRK Mimika ini dihadiri Bupati Mimika Johannes Rettob, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Mimika.

Ketua DPRK Mimika, Primus Natikapereyau, menegaskan bahwa agenda ini bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi menjadi momentum untuk merenungkan makna kemerdekaan yang kini telah berusia 80 tahun.

Baca Juga :

“Saatnya kita bersama-sama berkontribusi membangun Indonesia di usianya yang ke-80 tahun,” ujarnya.

Primus juga mengajak masyarakat menghayati tema HUT ke-80 RI “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju” sebagai motivasi untuk memperkuat persatuan dan membangun negeri mulai dari daerah.

Melalui siaran langsung, Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan pidato kenegaraan perdananya yang memaparkan capaian 300 hari pemerintahan, termasuk program kerja cepat (quick wins) selama 10 bulan terakhir.

Program tersebut antara lain Makan Bergizi Gratis di sekolah, Cek Kesehatan Gratis, pembangunan rumah sakit daerah, penuntasan penyakit tuberkulosis (TBC), renovasi sekolah, pembangunan lumbung pangan nasional, serta penyaluran berbagai bantuan sosial dan dukungan usaha.

Presiden juga menyoroti peluncuran Sekolah Rakyat, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, serta pembangunan tiga juta rumah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Di bidang ekonomi, pemerintah menghapus utang macet UMKM senilai triliunan rupiah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, sementara di sektor infrastruktur, percepatan pembangunan bendungan, jaringan irigasi, sekolah, jalan, dan proyek strategis nasional terus dilakukan demi meningkatkan konektivitas dan pertumbuhan berkelanjutan.

Usai pidato Presiden, sidang dilanjutkan oleh Ketua DPR RI Puan Maharani, diselingi penampilan lagu-lagu nusantara yang membangkitkan semangat nasionalisme, sebelum ditutup secara resmi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *