Example floating
Example floating
pemerintah kabupaten Mimika

DLH Mimika Luncurkan Kios Sampah Inauga untuk Perkuat Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

144
×

DLH Mimika Luncurkan Kios Sampah Inauga untuk Perkuat Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TIMIKA, Nemangkawipos.com – Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) resmi meluncurkan Kios Sampah Inauga di Kelurahan Inauga sebagai langkah baru memperkuat pengelolaan sampah berkelanjutan, Jumat (21/11/2025).

Selama ini, penanganan sampah di Mimika masih bertumpu pada pola “kumpul–angkut–buang”, yang menyebabkan volume sampah terus meningkat dan membebani Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Iwaka yang kini hanya menyisakan sekitar empat hektare.

Kepala DLH Mimika, Jeffry Deda, mengungkapkan produksi sampah di Mimika telah mencapai 100 ton per hari, sehingga membutuhkan pola baru yang lebih efektif dan melibatkan partisipasi masyarakat.

Baca Juga :

Kios Sampah Inauga menawarkan skema baru yang lebih partisipatif. Warga tidak hanya diajak memilah sampah, tetapi juga dapat menukarnya dengan kebutuhan pokok seperti telur, minyak goreng, gula, atau mie instan.

Berbeda dengan program Bank Sampah Distrik Mimika Baru yang bekerja sama dengan BNI dan menukar sampah dengan uang, Kios Sampah Inauga menggunakan sistem pilah – kumpul – timbang – tukar sembako.

“Peluncuran Kios Bank Sampah Inauga bukan sekadar seremonial, tetapi perubahan perilaku besar dari pola lama menjadi pola baru ‘pilah–kumpul–tabung’,” ujar Jeffry.

Untuk memudahkan masyarakat, DLH juga merilis Aplikasi Kios Sampah yang tersedia di Play Store. Melalui aplikasi ini, masyarakat dapat: mengisi jenis dan jumlah sampah, mengetahui nilai sampah secara langsung, menjadwalkan penjemputan oleh petugas, atau memilih mengantar sendiri ke kios.

Jenis sampah yang diterima mencakup plastik, logam, kertas, hingga residu. Nilai tukar sampah ditetapkan Rp1.000 per kilogram. DLH menargetkan 22 kios sampah aktif dengan 2.200 nasabah di tingkat kelurahan dan kampung.

Mewakili Pemerintah Daerah, Asisten I Setda Mimika, Ananias Faot, menegaskan bahwa keberlanjutan merupakan aspek terpenting dari program ini.

“Peluncuran ini hanya pintu masuk. Pengelolaan sampah harus menjadi gerakan kolektif, bukan lagi hanya urusan satu instansi. DLH dan kelurahan harus siap memastikan program ini berjalan terus,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah daerah terus mendorong inovasi penanganan sampah di tingkat distrik dan kelurahan.

“Kita terus melakukan perubahan dari waktu ke waktu, dan pemerintah daerah mendukung penuh inovasi seperti ini,” kata Ananias.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *