Example floating
Example floating
HUKRIM

Dekai Mencekam! Warga Pasang Badan Lindungi Puskesmas dari Teror Pembakaran, Ambulans Nyaris Jadi Arang

260
×

Dekai Mencekam! Warga Pasang Badan Lindungi Puskesmas dari Teror Pembakaran, Ambulans Nyaris Jadi Arang

Sebarkan artikel ini

Caption: Dua unit ambulans Puskesmas Aplim di Yahukimo hampir hangus dibakar OTK pada Sabtu malam (14/2). Pelaku sudah menyiramkan solar ke ban kendaraan dan mengancam meratakan puskesmas dengan tanah!

Example 468x60

YAHUKIMO, Nemangkawipos.com – Ketegangan pecah di Jalan Seradala KM 04, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo. Fasilitas kesehatan yang menjadi tumpuan hidup masyarakat, Puskesmas Aplim, nyaris rata dengan tanah setelah dua orang tak dikenal (OTK) mencoba melakukan pembakaran brutal pada Sabtu malam (14/2/2026).

​Aksi nekat pelaku menyasar dua unit ambulans vital—sebuah Triton dan APV bernomor polisi PA 6434 Y—yang merupakan satu-satunya sarana evakuasi medis bagi warga setempat.

Peristiwa mencekam ini bermula sekitar pukul 21.05 WIT. Dua pelaku muncul membawa botol besar berisi solar dan mulai menyiramkan bahan bakar tersebut ke ban belakang kedua ambulans. Tak hanya kendaraan, bangunan puskesmas pun diancam akan dihanguskan.

Baca Juga :

​Luter Matuan (40), Kepala Desa Kurima yang berada di lokasi, menceritakan kepanikan warga saat itu. Menyadari bahwa hilangnya puskesmas berarti hilangnya akses pengobatan, warga terpaksa melakukan negosiasi darurat di bawah tekanan.

“Kalau puskesmas dibakar, kami tidak punya tempat lagi untuk berobat,” tegas Luter. Dalam situasi terjepit, warga sempat menyerahkan uang sebesar Rp500.000 agar pelaku membatalkan aksinya dan melarikan diri ke arah Jalan Seradala.

​Merespons laporan tersebut, personel Satreskrim Polres Yahukimo bersama Satgas Gakkum Ops Damai Cartenz 2026 yang dipimpin IPTU Muhammad Mirwan langsung melakukan penyisiran dan Olah TKP pada Sabtu pagi (09.25 WIT).

Petugas menemukan botol berisi sisa solar serta rumput kering yang telah basah tersiram bahan bakar di titik kejadian. Untuk menghindari serangan susulan, kedua ambulans tersebut kini telah dievakuasi dengan pengawalan ketat menuju RSUD Dekai.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, mengecam keras tindakan pengecut tersebut. Ia menegaskan bahwa fasilitas kesehatan adalah garis merah yang tidak boleh disentuh oleh kelompok manapun.

​“Kami tidak akan mentolerir ancaman terhadap layanan publik. Penanganan dilakukan secara tegas dan terukur. Fokus kami adalah memastikan masyarakat merasa aman,” ujar Brigjen Faizal.

​Senada dengan itu, Wakaops Damai Cartenz, Kombes Pol. Adarma Sinaga, menambahkan bahwa pihaknya tengah memburu kedua pelaku. “Langkah cepat ini penting agar pelayanan kesehatan tidak lumpuh akibat ketakutan,” cetusnya.

​Hingga saat ini, polisi masih melakukan pendalaman penyelidikan dan meminta keterangan saksi-saksi kunci. Kejadian ini menjadi pengingat pahit bahwa di wilayah pedalaman, fasilitas kesehatan seringkali menjadi sasaran intimidasi yang langsung mengancam nyawa masyarakat banyak.

Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *