Example floating
Example floating
DPR

DARURAT KEMANUSIAAN! Yohanes Kemong Desak Gubernur & Kapolda Turun ke Timika: “10 Nyawa Melayang, Jangan Biarkan Jenazah Dibakar!”

368
×

DARURAT KEMANUSIAAN! Yohanes Kemong Desak Gubernur & Kapolda Turun ke Timika: “10 Nyawa Melayang, Jangan Biarkan Jenazah Dibakar!”

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TIMIKA, Nemangkawipos.com – Wakil Ketua Komisi I DPR Provinsi Papua Tengah, Yohanes Kemong, mendesak pemerintah daerah, aparat keamanan, serta lembaga adat untuk segera hadir langsung di Timika guna menghentikan konflik antar-kelompok yang terus berlarut di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika.

Desakan tersebut disampaikan Yohanes Kemong pada Senin (5/1/2026) menyusul konflik yang menurutnya telah berlangsung hampir tiga bulan dan menelan sekitar 10 korban jiwa.

Ia secara khusus meminta keterlibatan aktif Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah, Kapolda Papua Tengah, Danrem, Majelis Rakyat Papua (MRP), serta jajaran pemerintah dan Forkopimda di Kabupaten Mimika dan Kabupaten Puncak.

Baca Juga :

“Saya minta mulai hari ini dilakukan koordinasi dan komunikasi lintas pemerintah dan aparat keamanan. Semua pihak harus hadir di Timika untuk menghentikan dan mendamaikan konflik perang saudara di Kwamki Narama,” tegas Yohanes.

Menurutnya, konflik tersebut tidak bisa lagi dibiarkan karena telah merenggut nyawa manusia secara berulang, bahkan terjadi tindakan yang dinilainya tidak manusiawi.

“Sudah hampir tiga bulan konflik ini terjadi dan menelan sekitar sepuluh korban jiwa. Pemerintah tidak boleh diam, tidak boleh mengabaikan, dan tidak boleh membiarkan persoalan ini terus berlangsung,” ujarnya.

Yohanes juga menyoroti praktik kekerasan ekstrem yang menyertai konflik, termasuk pembakaran jenazah korban, yang menurutnya sangat melukai nilai kemanusiaan dan adat.

“Orang meninggal seharusnya dikuburkan, bukan dibakar. Ini terjadi di tengah kota, di hadapan pemerintah dan masyarakat. Kalau ini dibiarkan, sama saja pemerintah memelihara budaya konflik,” tegasnya.

Sebagai wakil rakyat, anak adat, dan masyarakat Papua Tengah, Yohanes Kemong meminta pemerintah mengambil langkah cepat, tegas, dan terukur untuk mengakhiri konflik tersebut.

“Pemerintah harus hadir dengan cara apa pun untuk menghentikan konflik ini. Nyawa manusia tidak boleh terus menjadi korban. Ini tidak bisa ditoleransi,” pungkasnya.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *