Example floating
Example floating
DPR

Aksi Heroik Hj. Rampeani Rachman: Buka Palang Pelabuhan Poumako, Pastikan THR Buruh TKBM Cair Jelang Natal

666
×

Aksi Heroik Hj. Rampeani Rachman: Buka Palang Pelabuhan Poumako, Pastikan THR Buruh TKBM Cair Jelang Natal

Sebarkan artikel ini

Capt: Anggota DPRK Mimika, Hj. Rampeani Rachman, membuka palang Pelabuhan Poumako sebagai langkah penyelesaian aksi protes buruh TKBM terkait pembayaran THR, Selasa (23/12/2025). Foto: Stendy

Example 468x60

TIMIKA, Nemangkawipos.com – Ketegangan yang sempat melumpuhkan aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Poumako, Distrik Mimika Timur, akhirnya berakhir. Anggota DPRK Mimika, Hj. Rampeani Rachman, turun langsung ke lapangan dan membuka palang akses pelabuhan yang sebelumnya ditutup oleh buruh Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) sebagai bentuk protes atas belum dibayarkannya Tunjangan Hari Raya (THR), Selasa (23/12/2025).

Kehadiran legislator perempuan dari Daerah Pemilihan (Dapil) 6 ini menjadi titik balik penyelesaian konflik. Hj. Rampeani tidak hanya membuka palang, tetapi juga memastikan manajemen merealisasikan pembayaran THR kepada para buruh menjelang Hari Raya Natal.

“Saya hadir untuk memastikan tidak ada air mata di hari raya. Natal adalah momentum sukacita, jangan sampai buruh kita merayakannya dengan kegelisahan karena haknya ditahan,” tegas Hj. Rampeani di sela-sela pembukaan palang.

Baca Juga :

Sebelumnya, aktivitas pelabuhan sempat lumpuh akibat aksi pemalangan yang dilakukan buruh TKBM sebagai bentuk kekecewaan terhadap pengurus koperasi. Kondisi ini berdampak langsung pada distribusi logistik dan pelayanan pelabuhan.

Melalui pendekatan dialog dan ketegasan sikap, Hj. Rampeani bertindak sebagai penengah sekaligus penjamin penyelesaian. Setelah adanya kepastian pembayaran THR, palang pun dibuka dan aktivitas bongkar muat kembali berjalan normal.

Tak berhenti di situ, Hj. Rampeani juga menyoroti buruknya tata kelola Koperasi TKBM Pelabuhan Poumako. Ia menilai lemahnya transparansi dan manajemen internal menjadi akar masalah yang memicu konflik berulang.

“Koperasi harus dikelola secara profesional, terbuka, dan bertanggung jawab. Jangan sampai hak buruh terus dikorbankan karena manajemen yang tidak beres,” tegasnya.

Ia menyatakan akan segera memanggil pengurus koperasi untuk dilakukan evaluasi menyeluruh, khususnya terkait pengelolaan keuangan dan sistem pelayanan kepada buruh.

Menurutnya, pelabuhan merupakan urat nadi ekonomi Mimika, sehingga stabilitas operasional harus dijaga bersama. Permasalahan internal koperasi tidak boleh lagi mengganggu kepentingan publik dan perekonomian daerah.

Dengan dibukanya palang dan cairnya THR, para buruh TKBM kini dapat menyambut Hari Raya Natal dengan lebih tenang dan penuh sukacita bersama keluarga. Aktivitas Pelabuhan Poumako pun kembali berdenyut normal.

Dirinya berharap momentum ini menjadi peringatan keras bagi seluruh pihak agar lebih memanusiakan buruh, menjaga komunikasi, serta menjunjung nilai keadilan dan toleransi dalam kehidupan bermasyarakat di Kabupaten Mimika.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *