DPR

Reses Benyamin Sarira di Nawaripi, Warga Keluhkan Jalan Rusak, Drainase, dan Pagar Sekolah

3
×

Reses Benyamin Sarira di Nawaripi, Warga Keluhkan Jalan Rusak, Drainase, dan Pagar Sekolah

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TIMIKA, Nemangkawipos.com – Ketua Fraksi PKB DPRK Mimika, Benyamin Sarira, S.P., menggelar Reses Tahap II Tahun 2026 di Daerah Pemilihan (Dapil) IV, tepatnya di Kampung Nawaripi, Gang Bahagia, Minggu (12/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai aspirasi, khususnya terkait persoalan infrastruktur dasar yang hingga kini belum mendapat penanganan maksimal.

Kegiatan reses turut dihadiri Ketua DPC PKB Mimika, Peggi Patricia Pattipi, yang dalam sambutannya mengajak masyarakat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai kebutuhan dan persoalan di lingkungan mereka.

“Kami berharap masyarakat dapat memberikan masukan-masukan yang membangun demi perbaikan dan kemajuan Kampung Nawaripi ke depan,” ujarnya.

Baca Juga :

Dalam sambutannya, Benyamin Sarira menegaskan bahwa reses merupakan bagian dari tugas anggota legislatif untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.

“Ini adalah reses kedua pada tahun 2026. Saya hadir untuk menjalin silaturahmi sekaligus mendengar langsung aspirasi bapak dan ibu sekalian. Semua yang disampaikan akan kami tampung dan kami perjuangkan,” kata Benyamin.

Pada sesi dialog, tiga warga menyampaikan berbagai persoalan yang menjadi kebutuhan mendesak di Kampung Nawaripi.

Kosmas Horokokubun mengeluhkan kondisi jalan utama kampung yang masih rusak dan sering tergenang air, terutama ruas jalan menuju Sekolah Kalam Kudus yang setiap hari dilalui para siswa.

Sementara itu, Muhamad Rifan Hidayat, guru Sekolah YPMNU, meminta perhatian terhadap kondisi pagar sekolah yang masih menggunakan seng dan sudah mengalami kerusakan. Ia berharap pagar tersebut dapat dibangun menggunakan tembok permanen. Selain itu, akses menuju Masjid Al-Fitria juga sering tergenang saat musim hujan.

Keluhan lainnya disampaikan Handoyo, warga RT 10, yang menyoroti buruknya sistem drainase sehingga air hujan sering meluap hingga masuk ke rumah-rumah warga.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Benyamin mengakui bahwa Kampung Nawaripi masih menghadapi berbagai persoalan infrastruktur meskipun lokasinya berada tidak jauh dari pusat Kota Timika.

“Kami sudah mencatat seluruh usulan masyarakat. Memang Kampung Nawaripi yang dekat dengan pusat kota justru masih tertinggal dari sisi pembangunan infrastruktur. Ini membutuhkan proses, tetapi kami akan terus memperjuangkannya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, usulan perbaikan jalan akan diteruskan kepada dinas teknis. Bahkan, beberapa ruas jalan di RT 9, RT 10, dan RT 12 telah masuk dalam rencana penanganan pada tahun anggaran 2026.

Terkait usulan pembangunan pagar Sekolah YPMNU sepanjang kurang lebih 200 meter, Benyamin menyatakan akan memperjuangkannya melalui pembahasan anggaran bersama pemerintah daerah.

“Kami memahami kondisi sekolah ini. Aspirasi yang disampaikan hari ini akan menjadi catatan penting untuk kami tindak lanjuti,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Benyamin Sarira juga menyerahkan bantuan secara simbolis kepada Sekolah YPMNU dan Masjid Al-Fitria sebagai bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan dan kegiatan keagamaan di Kampung Nawaripi.

Bantuan yang diserahkan antara lain berupa pengeras suara (speaker) untuk Masjid Al-Fitria serta sejumlah perlengkapan bagi pihak sekolah.

“Saya tahu bantuan ini mungkin belum bisa memenuhi seluruh kebutuhan, tetapi saya berharap dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan menjadi bentuk dukungan kami terhadap kegiatan pendidikan maupun keagamaan,” tutup Benyamin Sarira.

Penulis: StendiEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *