DPR

Dolfin Beanal Serap Aspirasi Warga Tsinga, Terhentinya Penerbangan Ancam Kelanjutan Pendidikan Pelajar

3
×

Dolfin Beanal Serap Aspirasi Warga Tsinga, Terhentinya Penerbangan Ancam Kelanjutan Pendidikan Pelajar

Sebarkan artikel ini

Caption: Anggota DPRK Mimika, Dolfin Beanal, saat menyerap aspirasi masyarakat dalam kegiatan reses di wilayah pedalaman Kabupaten Mimika. Berbagai persoalan yang disampaikan warga, mulai dari infrastruktur, pelayanan kesehatan, pendidikan, hingga kebutuhan dasar, menjadi perhatian untuk ditindaklanjuti dalam fungsi pengawasan dan penganggaran DPRK Mimika. Foto: Ocen

Example 468x60

TIMIKA, Nemangkawipos.com – Terhentinya akses transportasi udara menuju wilayah pegunungan di Kabupaten Mimika menjadi keluhan utama masyarakat saat Anggota DPRK Mimika, Dolfin Beanal, menggelar Reses Tahap II Tahun 2026 di Kampung Tsinga, Distrik Tembagapura, Sabtu (11/7/2026).

Dalam dialog bersama masyarakat, warga menyampaikan bahwa penghentian layanan penerbangan telah berdampak pada berbagai sektor, terutama pendidikan. Banyak pelajar dan mahasiswa yang tengah menjalani liburan di Kampung Tsinga belum dapat kembali ke Timika untuk melanjutkan proses belajar karena satu-satunya akses menuju kota adalah melalui transportasi udara.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, terhentinya penerbangan menuju sejumlah distrik di wilayah pegunungan diduga berkaitan dengan insiden pembakaran pesawat di Kabupaten Yahukimo. Hingga kini, belum ada kepastian mengenai normalisasi layanan penerbangan ke wilayah pedalaman.

Baca Juga :

Tokoh masyarakat Tsinga, Simon Magal, mengatakan kondisi tersebut membuat para orang tua khawatir terhadap keberlangsungan pendidikan anak-anak mereka.

“Kami berharap DPRK Mimika dapat menindaklanjuti persoalan ini kepada pemerintah daerah dan Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK), sehingga akses penerbangan bisa segera dibuka kembali. Kasihan anak-anak yang harus kembali ke Timika untuk melanjutkan sekolah,” ujarnya.

Menurut Simon, apabila kondisi tersebut terus berlarut-larut, maka banyak pelajar dan mahasiswa berpotensi tertinggal dalam proses belajar bahkan terancam tidak dapat mengikuti kegiatan pendidikan tepat waktu.

Menanggapi aspirasi tersebut, Dolfin Beanal meminta Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Pendidikan bersama YPMAK segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan transportasi bagi para pelajar.

Ia menilai permasalahan ini tidak hanya dialami masyarakat Kampung Tsinga, tetapi juga dirasakan hampir seluruh distrik di wilayah pegunungan yang bergantung sepenuhnya pada transportasi udara.

“Pemerintah daerah bersama YPMAK harus segera mendata seluruh pelajar dan mahasiswa yang masih berada di kampung, kemudian menyiapkan transportasi udara agar mereka dapat kembali ke Timika dan melanjutkan pendidikan,” tegas Dolfin.

Menurutnya, pendidikan tidak boleh terhambat hanya karena keterbatasan akses transportasi. Oleh sebab itu, ia meminta pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan segera mencari solusi agar proses belajar para pelajar dan mahasiswa asal wilayah pegunungan dapat kembali berjalan normal.

Penulis: Yosep MayabubunEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *