organisasi

IPKN dan Cipayung Mimika Kolaborasi dengan Pemerintah Kampung Damai Gelar Gerakan Penanaman Pohon

4
×

IPKN dan Cipayung Mimika Kolaborasi dengan Pemerintah Kampung Damai Gelar Gerakan Penanaman Pohon

Sebarkan artikel ini

Caption: Suasana penanaman pohon dalam kegiatan "Harmoni Ekologis: Menjaga Alam, Merawat Perdamaian" yang digelar Ikatan Pemuda Kwamki Narama (IPKN) bersama Cipayung Mimika berkolaborasi dengan Pemerintah Kampung Damai di Kampung Damai, Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Jumat (10/7/2026). Aksi penghijauan ini menjadi wujud kepedulian generasi muda terhadap pelestarian lingkungan sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dan perdamaian di tengah masyarakat. Foto: Ocen

Example 468x60

TIMIKA, Nemangkawipos.com – Ikatan Pemuda Kwamki Narama (IPKN) bersama Cipayung Mimika berkolaborasi dengan Pemerintah Kampung Damai menggelar gerakan penanaman pohon di Kampung Damai, Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Jumat (10/7/2026).

Kegiatan bertajuk  “Harmoni Ekologis: Menjaga Alam, Merawat Perdamaian” tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap pelestarian lingkungan sekaligus upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian alam melalui aksi penghijauan.

Gerakan penanaman pohon ini dihadiri Asisten III Bidang Administrasi Umum dan Kepegawaian Sekretariat Daerah Kabupaten Mimika, Hery Onawame, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kepala Distrik Kwamki Narama, perwakilan Environmental Division PT Freeport Indonesia (PTFI), tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta berbagai organisasi kepemudaan.

Baca Juga :

Saat membuka kegiatan, Hery Onawame mengatakan isu lingkungan hidup bukan lagi sekadar wacana global, tetapi telah menjadi tantangan nyata yang juga dihadapi Kabupaten Mimika. Menurutnya, pesatnya pembangunan dan meningkatnya aktivitas masyarakat harus diimbangi dengan upaya menjaga keseimbangan lingkungan.

“Pemerintah Kabupaten Mimika memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para pemuda atas inisiatif dan kepedulian terhadap lingkungan. Kegiatan ini membuktikan bahwa pemuda tidak hanya menjadi agen perubahan melalui pemikiran dan kritik, tetapi juga melalui aksi nyata yang memberikan manfaat bagi keberlanjutan lingkungan,” ujarnya.

Ia menegaskan, setiap pohon yang ditanam hari ini merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan karena akan menjadi sumber oksigen, menjaga kelestarian tanah, membantu mengurangi risiko banjir, sekaligus menjadi peneduh bagi generasi mendatang.

Menurut Hery, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga kelestarian lingkungan. Karena itu diperlukan kemitraan yang kuat antara pemerintah, organisasi kepemudaan, mahasiswa, dunia usaha, serta seluruh elemen masyarakat agar program penghijauan dapat berjalan secara berkelanjutan.

“Kegiatan ini harus menjadi awal dari kolaborasi yang terus berlanjut. Jangan berhenti pada seremoni penanaman saja, tetapi harus diikuti dengan komitmen untuk merawat setiap pohon hingga tumbuh dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Ia juga mengajak generasi muda untuk terus berkontribusi secara kritis, kreatif, dan kolaboratif dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.
<span;>”Jika kita memanfaatkan hasil alam, maka wajib hukumnya bagi kita untuk menanam kembali dan merawatnya,” tutup Hery.

Sementara itu, Ketua Panitia, Painus Magai, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga memperkuat semangat persatuan, kebersamaan, dan perdamaian di tengah masyarakat.

Menurutnya, penanaman pohon menjadi simbol gotong royong sekaligus wujud tanggung jawab bersama dalam menjaga lingkungan agar tetap hijau, sehat, dan berkelanjutan.

“Kami berharap melalui tema Harmoni Ekologis: Menjaga Alam, Merawat Perdamaian, seluruh elemen masyarakat semakin menyadari bahwa menjaga alam merupakan bagian penting dalam menciptakan kehidupan yang damai, harmonis, dan berkelanjutan,” ujar Painus.

Melalui kegiatan tersebut, IPKN, Cipayung Mimika, dan Pemerintah Kampung Damai berharap gerakan penghijauan dapat menjadi agenda berkelanjutan yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan di Kabupaten Mimika.

Penulis: Yosep MayabubunEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *