KesehatanMasyarakat

Korwil BGN Nabire Sebut Program MBG Alami Lompatan Signifikan, Layani 32.002 Siswa

3
×

Korwil BGN Nabire Sebut Program MBG Alami Lompatan Signifikan, Layani 32.002 Siswa

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

NABIRE, Nemangkawipos.com  – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Nabire menunjukkan perkembangan signifikan dalam sembilan bulan terakhir. Di bawah koordinasi Korwil Badan Gizi Nasional (BGN) Nabire, Marsel Asyerem, jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) aktif meningkat dari satu unit pada Oktober 2025 menjadi 14 unit hingga Juli 2026.

Berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan program, peningkatan juga terlihat pada jumlah penerima manfaat yang bertambah dari sekitar 500 siswa menjadi 32.002 siswa. Sementara itu, jumlah tenaga kerja yang terserap meningkat dari 47 orang menjadi 658 orang, termasuk 158 Orang Asli Papua (OAP).

Marsel Asyerem mengatakan capaian tersebut menunjukkan bahwa Program MBG tidak hanya berkontribusi terhadap pemenuhan gizi peserta didik, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap penciptaan lapangan kerja dan pemberdayaan masyarakat lokal.

Baca Juga :

“Ini merupakan lompatan yang sangat besar. Program MBG tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan gizi anak-anak sekolah, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan dan menggerakkan perekonomian melalui 14 dapur SPPG yang kini beroperasi di Nabire,” ujarnya.

Meski demikian, Marsel menegaskan bahwa capaian tersebut harus diikuti dengan peningkatan kualitas pelaksanaan program pada semester kedua. Bersama Pemerintah Kabupaten Nabire dan Dinas Pendidikan, pihaknya telah menetapkan sejumlah fokus evaluasi.

Beberapa langkah yang akan diperkuat meliputi sosialisasi program kepada guru, siswa, dan orang tua, edukasi gizi serta Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), penyediaan fasilitas cuci tangan pakai sabun dan air bersih mengalir di sekolah, pengawasan terhadap peserta didik yang memiliki alergi atau intoleransi makanan, pengaktifan kembali Unit Kesehatan Sekolah (UKS), serta penyediaan alat kesehatan seperti timbangan badan, alat pengukur tinggi badan, dan pengukur Lingkar Lengan Atas (LILA).

Menurut Marsel, evaluasi tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut atas sejumlah kejadian pada semester pertama, di mana terdapat beberapa siswa yang mengalami reaksi alergi dan keluhan kesehatan setelah mengonsumsi makanan.

“Target kami pada semester kedua adalah menghadirkan pelayanan yang lebih aman, berkualitas, dan tanpa insiden. Dengan dukungan pemerintah daerah, sekolah, dan seluruh pemangku kepentingan, kami optimistis Program MBG di Nabire dapat menjadi contoh pelaksanaan yang baik di Papua Tengah bahkan secara nasional,” tegasnya.

Hingga Juli 2026, sebanyak 32.002 siswa di Kabupaten Nabire telah menjadi penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis, yang terus dikembangkan melalui evaluasi berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas layanan dan manfaat bagi masyarakat.

Penulis: StendiEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *