DPR

DPRK Mimika Desak Optimalisasi Layanan Air Bersih di Wilayah Pesisir Lewat Pemberdayaan Tenaga Lokal

1
×

DPRK Mimika Desak Optimalisasi Layanan Air Bersih di Wilayah Pesisir Lewat Pemberdayaan Tenaga Lokal

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TIMIKA, Nemangkawipos.com – Panitia Khusus (Pansus) Air Bersih Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika melakukan inspeksi mendadak ke Distrik Amar, Jumat (22/5/2026), guna meninjau ketersediaan layanan air bersih bagi masyarakat pesisir.

Kunjungan tersebut dipimpin Ketua Pansus Air Bersih, Rizal Pata’dan, didampingi Wakil Ketua Pansus Agustinus Murib, Sekretaris Pansus Federina Matirani, serta anggota Herman Tangke Pare, Elias Rande Ratu, Daud Bunga, Benyamin Sasrira, Anton Pali, dan Bilianus Zoani. Rombongan juga didampingi langsung Wakil Ketua I DPRK Mimika, Asri Akkas.

Dalam peninjauan tersebut, legislator menekankan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), pelatihan teknis, serta pemberian insentif bagi petugas lapangan agar pelayanan air bersih di wilayah pesisir Mimika dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.

Baca Juga :

Ketua Pansus Air Bersih DPRK Mimika, Rizal Pata’dan, mengatakan berdasarkan hasil peninjauan lapangan, sejumlah fasilitas air bersih di Distrik Amar masih beroperasi, namun membutuhkan pemeliharaan intensif.

Salah satu kendala utama yang ditemukan ialah kerusakan pada komponen membran sistem desalinasi yang berfungsi mengubah air payau menjadi air tawar layak konsumsi.

“Kami melihat kondisi riil di lapangan. Ada fasilitas yang masih berjalan, namun memerlukan perbaikan pipa dan penggantian membran yang rusak agar fungsi pelayanan dapat kembali optimal,” ujar Rizal.

Selain perbaikan sarana fisik, Pansus menilai keberhasilan pengelolaan air bersih juga sangat bergantung pada kesiapan tenaga teknis di lapangan.

Rizal menegaskan, petugas pengelola perlu diberikan pelatihan teknis secara rutin agar mampu melakukan pemeliharaan fasilitas secara mandiri dan profesional.

Pansus juga menyoroti pentingnya kesejahteraan operator lapangan melalui pemberian insentif yang layak guna menjamin keberlanjutan pelayanan.

“Kalau hanya diberi beban kerja tanpa kesejahteraan, operasional pasti sulit berjalan maksimal. Pemerintah harus hadir sebagai pelayan masyarakat, bukan sekadar teori di atas kertas,” tegasnya.

Senada dengan itu, Wakil Ketua I DPRK Mimika, Asri Akkas, bersama anggota Pansus Herman Tangke Pare, mendorong pemerintah daerah agar memprioritaskan putra daerah Distrik Amar sebagai operator fasilitas air bersih.

Menurut mereka, keterlibatan masyarakat lokal akan menumbuhkan rasa memiliki terhadap aset pemerintah sehingga pengawasan dan pemeliharaan fasilitas dapat berjalan lebih baik.

“Kami mendorong agar putra-putra Amar dilatih secara profesional untuk mengelola fasilitas ini. Dengan begitu, pengawasan aset lebih terjaga dan pelayanan kepada masyarakat bisa lebih cepat direspons,” ujar Asri.

Sebagai tindak lanjut, Pansus Air Bersih DPRK Mimika dijadwalkan akan melakukan pertemuan dengan dinas teknis terkait guna membahas percepatan perbaikan infrastruktur air bersih di seluruh wilayah pesisir Mimika.

Langkah tersebut dinilai penting mengingat air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus dipenuhi secara merata dan berkelanjutan.

Penulis: StendyEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *