KesehatanMasyarakat

Jadikan Mama Papua Pilar Utama, SPPG Nabire Perkuat Program Makan Bergizi Gratis

12
×

Jadikan Mama Papua Pilar Utama, SPPG Nabire Perkuat Program Makan Bergizi Gratis

Sebarkan artikel ini

Capt : Koordinator Wilayah SPPG Nabire, Marsel Asyerem, saat memberikan keterangan terkait pentingnya pemberdayaan mama-mama Papua melalui ekosistem Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Papua Tengah. Foto: Stendy

Example 468x60

NABIRE, Nemangkawipos.com – Koordinator Wilayah SPPG Nabire, Marsel Asyerem, menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan Papua melalui ekosistem Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan langkah penting dalam membangun masa depan generasi Papua Tengah.

Dalam keterangannya pada Rabu (20/5/2026), Marsel menjelaskan bahwa program MBG tidak hanya hadir sebagai program distribusi makanan semata, tetapi juga menjadi bentuk afirmasi kontekstual yang menempatkan mama-mama Papua sebagai pilar utama dalam pengelolaan dapur MBG.

“Perlu kita pahami bahwa pemberdayaan perempuan Papua melalui ekosistem makan bergizi gratis itu sangat penting. Program MBG di Provinsi Papua Tengah ini bukan hanya hadir sebagai program distribusi makanan, melainkan sebuah manifestasi afirmasi kontekstual yang menempatkan mama-mama Papua sebagai pilar utama di dapur MBG,” ujarnya.

Baca Juga :

Menurut Marsel, keterlibatan perempuan Papua dalam program tersebut merupakan bagian dari upaya memuliakan peran perempuan sebagai kekuatan strategis dalam pembangunan daerah.

“Ini adalah upaya untuk memuliakan peran perempuan menjadi peran strategis pembangunan,” katanya.

Ia menambahkan, dapur MBG bukan sekadar tempat memasak makanan, tetapi menjadi ruang lahirnya peradaban baru bagi generasi Papua ke depan.

“Dapur MBG adalah tempat untuk menjadi sebuah peradaban baru, di mana kesehatan generasi masa depan anak-anak Papua diracik oleh tangan-tangan yang paling memahami kasih sayang dan kearifan di atas tanah ini,” jelas Marsel.

Karena itu, ia menekankan bahwa perempuan Papua, khususnya mama-mama Papua, harus mendapat ruang pemberdayaan yang lebih besar dalam pelaksanaan program-program strategis pemerintah.

“Sehingga perempuan Papua, mama Papua, harus diberdayakan,” tegasnya.

Penulis: StendyEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *