organisasi

Peletakan Batu Pertama Honai HAPAK Jadi Momentum Kebangkitan Pemuda Adat di Mimika

4
×

Peletakan Batu Pertama Honai HAPAK Jadi Momentum Kebangkitan Pemuda Adat di Mimika

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TIMIKA, Nemangkawipos.com – Pembangunan Honai HAPAK menjadi momentum penting kebangkitan pemuda adat Amungme, Kamoro, dan lima suku kerabat di Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

Melalui doa dan perjuangan panjang para pemuda lokal yang tergabung dalam wadah HAPAK, harapan untuk memiliki rumah adat bersama akhirnya mulai diwujudkan melalui prosesi peletakan batu pertama yang berlangsung penuh khidmat.

Bagi masyarakat adat, pembangunan Honai atau yang dalam bahasa Amungme disebut Tongoi bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan simbol perjuangan, persatuan, dan pondasi spiritual generasi muda Papua.

Baca Juga :

Koordinator Humas HAPAK, Dianu Omaleng, mengatakan keberadaan Tongoi diharapkan menjadi ruang pembinaan generasi muda sekaligus jembatan aspirasi masyarakat adat kepada para pemangku kepentingan.

“Honai ini bukan hanya tempat berkumpul, tetapi simbol kebangkitan pemuda adat untuk menjaga identitas budaya dan memperjuangkan kepentingan masyarakat asli Papua,” ujarnya, Selasa (19/5/2026).

Dalam tradisi suku Amungme, Tongoi memiliki makna sakral sebagai rumah pembelajaran bagi kaum pria. Di tempat inilah para tetua adat memberikan wejangan, pendidikan karakter, serta pengetahuan tentang kehidupan kepada generasi muda.

Nilai-nilai yang diajarkan meliputi kemandirian ekonomi, tata cara berdagang, ketahanan pangan, perlindungan tanah ulayat, penghormatan terhadap perempuan, adat pernikahan, hingga tata krama dalam kehidupan sosial.

Selain itu, Tongoi juga menjadi tempat transfer pengetahuan adat agar silsilah, identitas, dan budaya suku tetap terjaga secara turun-temurun.

Prosesi peletakan batu pertama pembangunan Honai HAPAK pun diyakini memiliki makna mendalam. Masyarakat adat memandang momentum tersebut bukan sekadar seremoni pembangunan, tetapi sebagai peletakan pondasi yang disertai restu leluhur bagi perjalanan generasi penerus di Tanah Amungsa.

Dengan dimulainya pembangunan Tongoi HAPAK, pemuda Amungme, Kamoro, dan lima suku kerabat menegaskan komitmen untuk terus maju tanpa meninggalkan akar budaya dan nilai-nilai adat yang diwariskan leluhur.

Penulis: StendyEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *