KesehatanMasyarakat

Evaluasi Triwulan I Program Makan Bergizi Gratis di Nabire: Fokus pada Kedisiplinan dan Higienitas

1
×

Evaluasi Triwulan I Program Makan Bergizi Gratis di Nabire: Fokus pada Kedisiplinan dan Higienitas

Sebarkan artikel ini

Capt: Koordinator Wilayah SPPG Nabire, Marsel Asyerem, saat memberikan penjelasan terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Nabire. Foto: Stendy

Example 468x60

NABIRE, Nemangkawipos.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Nabire memasuki tahap evaluasi besar setelah resmi berjalan sejak 8 Januari 2026. Memasuki Mei 2026, jajaran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Nabire melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program pada Triwulan I, periode Januari hingga Maret.

Evaluasi tersebut dilakukan sebagai langkah perbaikan untuk meningkatkan kualitas pelayanan program MBG kepada masyarakat.

Koordinator Wilayah SPPG Nabire, Marsel Asyerem, mengatakan tiga bulan pertama pelaksanaan program menjadi masa adaptasi yang penuh tantangan.

Baca Juga :

Menurutnya, berbagai kendala yang ditemukan selama Januari hingga Maret kini tengah dibenahi secara intensif pada periode April hingga Juni 2026.

“Tujuannya jelas, kami ingin memastikan bahwa saat memasuki triwulan kedua nanti, pelaksanaan program sudah jauh lebih baik, lebih bersih, dan lebih disiplin dibanding sebelumnya,” ujar Marsel Asyerem dalam keterangan Tim Informasi SPPG Kabupaten Nabire, Kamis (14/5/2026).

Berdasarkan hasil evaluasi Triwulan I, terdapat tiga fokus utama yang kini diperketat guna meningkatkan kualitas pelayanan MBG di Kabupaten Nabire.

Pertama, peningkatan kedisiplinan seluruh petugas dan ASN yang terlibat dalam operasional dapur MBG. Seluruh petugas kini diwajibkan melakukan absensi rutin dan bekerja tepat waktu.

Marsel menjelaskan, operasional dapur dimulai sejak pukul 03.00 WIT agar proses produksi dan distribusi makanan dapat berjalan tepat waktu. Kedua, penerapan standar kebersihan yang lebih ketat di dapur produksi.

Seluruh petugas diwajibkan menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap guna memastikan makanan yang disalurkan tetap higienis, steril, dan aman dikonsumsi masyarakat.

Ketiga, penguatan pengawasan lapangan secara rutin. Tim SPPG akan melakukan survei harga bahan pokok setiap hari Kamis untuk memantau stabilitas harga bahan baku makanan.

Selain itu, pengukuran status gizi penerima manfaat juga akan dilakukan setiap tiga bulan guna melihat dampak nyata dari program MBG terhadap masyarakat.

Marsel menegaskan, berbagai pembenahan yang dilakukan selama April hingga Juni diharapkan menjadi pondasi kuat bagi keberlanjutan program MBG di Nabire.

Dengan sistem manajemen yang lebih transparan dan kolaboratif, pihaknya berkomitmen agar berbagai kendala pada tahap awal pelaksanaan tidak kembali terulang.

“Kami mengundang seluruh lapisan masyarakat dan instansi terkait untuk terus bersinergi. Dengan evaluasi Triwulan I ini, kami optimistis Program Makan Bergizi Gratis di Nabire akan menjadi standar pelayanan publik yang membanggakan,” tutupnya.

Penulis: StendyEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *