HUKRIMMasyarakatorganisasi

Pemuda Muslim Mimika Gelar Aksi Lilin dan Doa Bersama untuk Nalince Wamang di Bundaran Emeneme

27
×

Pemuda Muslim Mimika Gelar Aksi Lilin dan Doa Bersama untuk Nalince Wamang di Bundaran Emeneme

Sebarkan artikel ini

Caption : Aksi solidaritas tersebut ditutup dengan doa bersama dan pembakaran lilin sebagai simbol duka cita serta harapan agar kekerasan terhadap warga sipil tidak kembali terjadi di Tanah Papua. Foto : Stendy

Example 468x60

TIMIKA, Nemangkawipos.com – Sejumlah pemuda Muslim di Kabupaten Mimika menggelar aksi solidaritas dan doa bersama di Bundaran Tugu Emeneme Yauware, Timika, Selasa (12/5/2026) sore hingga malam. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk duka dan keprihatinan atas meninggalnya Nalince Wamang dalam insiden penembakan di wilayah Mile 69–71 Tembagapura.

Dalam aksi yang berlangsung khidmat tersebut, massa membawa lilin, menyampaikan orasi kemanusiaan, serta memanjatkan doa bersama untuk para korban.

Ketua Koordinator Pemuda Muslim Kabupaten Mimika, Arfin Letsoin, dalam orasinya menyampaikan sejumlah tuntutan terkait tragedi kemanusiaan yang terjadi di kawasan pendulangan emas Tembagapura.

Baca Juga :

Dalam pernyataan sikap yang dibacakan di hadapan peserta aksi, massa mendesak Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia mengusut tuntas insiden penembakan warga sipil yang menyebabkan korban luka dan meninggal dunia.

Pihaknya juga menuntut pembentukan tim investigasi independen yang melibatkan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, tokoh agama, tokoh adat, akademisi, dan masyarakat sipil agar proses hukum berjalan transparan dan adil.

Selain itu, massa meminta aparat yang diduga terlibat segera dicopot dan diproses hukum sesuai aturan yang berlaku tanpa perlindungan institusi.

Aksi tersebut juga menolak segala bentuk kriminalisasi terhadap warga sipil korban operasi bersenjata di Tembagapura serta mendesak negara memberikan santunan dan pemulihan trauma kepada keluarga korban.

Massa turut meminta permintaan maaf resmi dari institusi keamanan kepada keluarga korban dan masyarakat Papua Tengah atas tragedi yang terjadi.

Tidak hanya itu, ia juga mendesak evaluasi menyeluruh terhadap Operasi Damai Cartenz agar tidak lagi memakan korban sipil.

Dalam orasinya, peserta aksi menyerukan solidaritas masyarakat Papua dan Indonesia untuk terus mengawal kasus tersebut hingga keadilan ditegakkan.

“Nyawa rakyat bukan target operasi. Darah anak Papua bukan tumbal konflik. Tangkap pelaku, adili penembak, tegakkan keadilan,” seru massa aksi.

Aksi solidaritas tersebut ditutup dengan doa bersama dan pembakaran lilin sebagai simbol duka cita dan harapan agar kekerasan terhadap warga sipil tidak kembali terjadi di Tanah Papua.

Penulis: StendyEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *