pemerintah kabupaten Mimika

Emanuel Kemong: 11 SPPG di Mimika Ditutup Sementara, Kini Dalam Tahap Perbaikan

23
×

Emanuel Kemong: 11 SPPG di Mimika Ditutup Sementara, Kini Dalam Tahap Perbaikan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TIMIKA, Nemangkawipos.com – Sebanyak 11 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Mimika yang sebelumnya ditutup sementara oleh Badan Gizi Nasional kini tengah menjalani proses perbaikan untuk memenuhi standar operasional.

Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong yang juga menjabat sebagai Kepala Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Mimika mengatakan, perbaikan difokuskan pada Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) serta standar lingkungan.

“Saat ini sedang dalam proses perbaikan IPAL. Kalau sudah selesai, berarti sudah bisa kembali beroperasi,” ujarnya di Timika, Senin (4/5/2026).

Baca Juga :

Ia menjelaskan, pihaknya akan kembali melakukan pengecekan lapangan untuk memastikan progres perbaikan di masing-masing SPPG.

“Minggu depan kita cek lagi. Kalau sudah memenuhi standar, maka bisa kembali memberikan pelayanan makan bergizi gratis,” tambahnya.

Sementara itu, Koordinator Regional BGN Papua Tengah, Nalen Situmorang, mengungkapkan bahwa dari 11 SPPG yang ditutup, baru satu yang telah kembali beroperasi.

“Dari 11 SPPG yang ditutup sementara, baru satu yang sudah dibuka kembali. Sisanya masih dalam proses perbaikan,” jelasnya.

Dengan demikian, saat ini terdapat delapan SPPG yang aktif beroperasi di Mimika, sementara 10 lainnya masih dalam tahap pembenahan agar memenuhi standar prosedur operasional (SOP) dan persyaratan administrasi program MBG.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Mimika sendiri telah diluncurkan sejak Juli 2025, dengan total 18 dapur SPPG yang tersebar di wilayah Kota Timika.

Dalam pelaksanaannya, 11 SPPG sempat ditutup karena belum memenuhi standar yang ditetapkan. Saat ini, tujuh SPPG yang tetap beroperasi dinilai telah memenuhi seluruh persyaratan BGN, tersebar di Distrik Mimika Baru, Wania, dan Kuala Kencana.

Meski demikian, layanan MBG di Mimika masih terbatas di wilayah perkotaan. Daerah pinggiran, pesisir, dan pegunungan hingga kini belum sepenuhnya terjangkau program tersebut.

Penulis: StendyEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *