Masyarakatpemerintah kabupaten Mimika

Gerah dengan Perusakan Fasilitas, PUPR Mimika Ancam Pidanakan Oknum Pencuri Komponen Air Bersih

84
×

Gerah dengan Perusakan Fasilitas, PUPR Mimika Ancam Pidanakan Oknum Pencuri Komponen Air Bersih

Sebarkan artikel ini

Upaya Modernisasi Air Bersih di Mimika, PUPR Gandeng Koperasi untuk Pengelolaan Profesional

Example 468x60

TIMIKA, Nemangkawipos.com – Persoalan air bersih masih menjadi tantangan serius di Kabupaten Mimika. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) di bawah kepemimpinan Inosensius Yoga Pribadi kini menghadirkan terobosan baru melalui pembangunan sistem air bersih modern, termasuk pengolahan air payau menjadi air minum.

Selama ini, kebutuhan air bersih kerap diusulkan masyarakat melalui musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang). Namun, berbagai fasilitas yang telah dibangun pemerintah seringkali tidak dimanfaatkan dengan baik, bahkan mengalami kerusakan hingga hilang.

“Fasilitas yang dibangun itu menggunakan anggaran besar. Kalau tidak dijaga, akhirnya sia-sia dan terkesan pemerintah tidak memperhatikan masyarakat,” ujar Yoga saat diwawancarai, Selasa (7/4/2026).

Baca Juga :

Ia menegaskan, pemerintah kini mengembangkan sistem penyediaan air bersih berbasis teknologi modern. Namun, keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada partisipasi masyarakat dalam menjaga dan merawat fasilitas yang ada.

Berdasarkan hasil evaluasi, salah satu kendala utama terletak pada pengelolaan. Karena itu, PUPR Mimika mulai menggandeng pihak ketiga untuk memastikan layanan berjalan optimal. Salah satunya melalui kerja sama dengan Koperasi Maria Bintang Laut.

Selain itu, terdapat sejumlah fasilitas air bersih yang sebelumnya dibangun oleh PT Freeport Indonesia namun terbengkalai. Melalui kerja sama ini, fasilitas tersebut akan diaktifkan kembali agar dapat dimanfaatkan masyarakat secara maksimal.

“Kami sudah sepakat dengan pihak PT Freeport Indonesia untuk mencari solusi bersama, salah satunya melalui pengelolaan oleh koperasi agar pelayanan air bersih lebih maksimal,” jelasnya.

Di tahun ini, PUPR juga fokus memperbaiki fasilitas yang rusak, terutama pada bagian vital seperti inverter dan sumber listrik yang sering hilang atau dirusak. Padahal, komponen tersebut sangat penting untuk mengoperasikan pompa dan sistem filtrasi air.

Setelah diperbaiki, seluruh fasilitas akan diserahkan kepada Koperasi Maria Bintang Laut untuk dikelola secara profesional.

Selain aspek teknis, pemerintah juga menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat. Pemerintah kampung dan distrik diharapkan aktif memberikan pemahaman terkait pentingnya menjaga fasilitas umum, khususnya yang berkaitan dengan kebutuhan dasar seperti air bersih.

“Kami berharap masyarakat bisa mendukung. Air bersih ini kebutuhan dasar, baik di kampung maupun di kota,” tegasnya.

PUPR Mimika juga menyiapkan langkah pengawasan lebih ketat. Pengelola yang ditunjuk nantinya akan bertanggung jawab melaporkan setiap kerusakan atau kehilangan fasilitas, termasuk berkoordinasi dengan aparat penegak hukum.

Bahkan, tindakan tegas akan diambil terhadap oknum yang merusak atau menjual komponen fasilitas air bersih.

“Kalau ada yang mengambil atau merusak, tentu akan berurusan dengan hukum. Sistem pengelolaan sudah kami siapkan agar pengawasan lebih jelas,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *