pemerintah kabupaten Mimika

Pemkab Mimika Paparkan Capaian Pembangunan Satu Tahun, Fokus pada Kesejahteraan dan Indikator Terukur

2
×

Pemkab Mimika Paparkan Capaian Pembangunan Satu Tahun, Fokus pada Kesejahteraan dan Indikator Terukur

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TIMIKA, nemangkawipos.com – Pemerintah Kabupaten Mimika untuk pertama kalinya memaparkan capaian pembangunan secara terbuka selama satu tahun kepemimpinan Bupati Johannes Rettob dan Wakil Bupati Emanuel Kemong, dalam kegiatan di Graha Eme Neme Yauware, Rabu (25/3/2026).

Paparan tersebut menampilkan berbagai indikator positif, mulai dari penurunan angka pengangguran, inflasi yang terkendali, hingga peningkatan cakupan layanan kesehatan. Namun di balik deretan angka tersebut, muncul pertanyaan krusial: sejauh mana capaian itu benar-benar dirasakan merata oleh seluruh masyarakat Mimika, khususnya di wilayah pesisir dan pegunungan.

Dalam presentasinya, Bupati Johannes Rettob menegaskan bahwa arah pembangunan difokuskan pada kesejahteraan masyarakat melalui indikator terukur seperti peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM), pertumbuhan ekonomi, penurunan kemiskinan, serta penanganan stunting.

Baca Juga :

“Tujuan pembangunan adalah masyarakat sejahtera, dengan indikator seperti peningkatan IPM, pertumbuhan ekonomi, penurunan pengangguran dan kemiskinan, inflasi yang stabil, serta peningkatan angka harapan hidup dan penurunan stunting,” ujarnya.

Di sektor kesehatan, capaian Universal Health Coverage (UHC) bahkan dilaporkan menembus lebih dari 100 persen. Sementara di bidang ketenagakerjaan, angka pengangguran disebut mengalami penurunan signifikan dalam dua tahun terakhir.

Pemerintah juga mengklaim keberhasilan di sektor ekonomi, termasuk surplus produksi telur serta ekspor hasil perikanan ke pasar internasional.

Meski capaian tersebut terlihat positif di atas kertas, sejumlah persoalan mendasar masih menjadi catatan. Ketimpangan pembangunan antarwilayah, terutama antara kawasan perkotaan dan distrik pesisir maupun pegunungan, dinilai belum sepenuhnya teratasi.

Distribusi tenaga guru, misalnya, diakui belum merata. Hal ini berpotensi memengaruhi kualitas pendidikan, terutama di wilayah terpencil.

Di sektor kesehatan, capaian UHC yang tinggi juga belum tentu mencerminkan kemudahan akses layanan. Warga di distrik jauh masih menghadapi kendala jarak, transportasi, serta keterbatasan fasilitas medis.

Kabupaten Mimika memiliki luas wilayah 21.693,51 km² dengan jumlah penduduk 318.679 jiwa, yang tersebar di 18 distrik, 19 kelurahan, dan 133 kampung. Pemerintah mencatat data Orang Asli Papua (OAP) telah mencapai sekitar 52 persen dengan target 60 persen.

Di sektor pendidikan, pemerintah menjalankan berbagai program seperti sekolah berpola asrama bagi siswa OAP, pembangunan sekolah unggulan, hingga program makan bergizi gratis bagi ribuan pelajar. Pendidikan gratis juga diberlakukan di sekolah negeri serta dukungan bagi sekolah swasta.

Sementara di bidang kesehatan, RSUD Mimika terus dikembangkan dengan layanan spesialis dan rencana peningkatan status dari kelas C menjadi kelas B. Program penanganan stunting juga dilaporkan berhasil menurunkan angka sebesar 5 persen.

Dalam sektor ekonomi, produksi pangan seperti telur mengalami surplus, sementara sektor perikanan berkembang dengan ekspor ke berbagai negara. Jumlah UMKM tercatat sekitar 800 unit usaha aktif dan 260 koperasi.

Pembangunan infrastruktur juga terus didorong, mencakup jalan, jembatan, air bersih, listrik, hingga konektivitas melalui subsidi penerbangan perintis.

Transportasi publik diperkuat melalui layanan bus gratis, sementara aktivitas di Bandara Mozes Kilangin dan Pelabuhan Pomako menunjukkan peningkatan.

Di bidang pelayanan publik, capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) menunjukkan hasil positif, didukung reformasi birokrasi melalui digitalisasi layanan seperti Mal Pelayanan Publik dan Mimika Smart City.

Penghargaan dan Arah Kebijakan 2026
Berbagai penghargaan berhasil diraih, di antaranya Innovative Government Award, UHC Award, dan Paritrana Award.

Untuk tahun 2026, pemerintah daerah menetapkan prioritas pada peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, penguatan infrastruktur, serta pengembangan pusat ekonomi baru berbasis potensi daerah.

“Kami akan terus bekerja membangun Mimika dari kampung ke kota demi kesejahteraan masyarakat,” tegas Bupati Johannes Rettob.

Penulis: StendyEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *