DPR

Aser Gobai Sentil Pemda Mimika Soal Pengabaian Pengungsi Konflik Papua

5
×

Aser Gobai Sentil Pemda Mimika Soal Pengabaian Pengungsi Konflik Papua

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TIMIKA, Nemangkawipos.com — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Mimika, Aser Gobai, mengkritik keras sikap Pemerintah Daerah (Pemda) Mimika yang dinilai abai terhadap kondisi warga pengungsi di wilayahnya. Hal ini disampaikan Aser saat menggelar reses tahap pertama di Daerah Pemilihan (Dapil) III, Timika, Selasa, 17 Maret 2026.

Dalam agenda serap aspirasi tersebut, sejumlah warga pengungsi dari kabupaten tetangga turut hadir dan mengadukan minimnya perhatian pemerintah terhadap nasib mereka. Aser yang juga dikenal sebagai pegiat hak asasi manusia (HAM) menyatakan keprihatinannya atas laporan tersebut.

“Mereka ikut menyampaikan aspirasi dan keluhan. Sebagai pegiat HAM, saya harus mendengar mereka karena ini berkaitan erat dengan hak mereka sebagai warga negara dan manusia,” ujar Aser kepada media.

Baca Juga :

​Aser menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh menutup mata terhadap warga yang mengungsi akibat konflik bersenjata, meski tidak ada penetapan status bencana resmi. Menurutnya, alasan administratif tidak boleh mengalahkan kewajiban kemanusiaan.

​Ia mempertanyakan sejauh mana langkah nyata Pemda Mimika dalam menangani para pengungsi tersebut.

“Kita akan pastikan apa saja tindakan Pemda sejauh ini. Apakah sudah ada pendataan, identifikasi, dan penyediaan kebutuhan dasar? Itu yang akan kami kawal nanti,” katanya.

Menurut politikus ini, para pengungsi meninggalkan tempat asal bukan karena keinginan sendiri, melainkan karena ancaman nyawa yang mendesak.

​Lebih jauh, Aser menyentil sikap publik dan pemangku kepentingan yang cenderung lebih vokal membicarakan konflik internasional, namun abai terhadap krisis kemanusiaan di depan mata.

Ia mencontohkan bagaimana perbincangan mengenai ketegangan Amerika-Israel dan Iran lebih mendominasi ketimbang nasib pengungsi di Papua.

​”Kita terlalu sibuk membicarakan ketenangan dan kedamaian di tempat lain, sampai lupa ada pengungsi akibat konflik bersenjata di sekitar kita. Seharusnya kondisi ini membuat kita tidak merasa nyaman,” tutur Aser dengan nada tegas.

​Di akhir pernyataannya, Aser meminta seluruh pemangku kepentingan untuk segera duduk bersama mencari solusi permanen guna menyelesaikan konflik di Papua. Hal ini dinilai krusial agar tidak ada lagi jatuh korban dari kelompok rentan.

“Jangan lagi ada korban dari kalangan anak-anak, perempuan, ibu hamil, dan orang tua. Mereka adalah kelompok yang paling rentan dalam setiap peristiwa konflik,” pungkasnya.

Penulis: StendyEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *