Example floating
Example floating
HUKRIM

Jejak Berdarah Meno Kogoya cs di Yahukimo: Dari Penembakan Pesawat Hingga Eksekusi Pendulang Emas

2
×

Jejak Berdarah Meno Kogoya cs di Yahukimo: Dari Penembakan Pesawat Hingga Eksekusi Pendulang Emas

Sebarkan artikel ini

Caption: Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 sukses membedah jaringan KKB Yahukimo! Dari hasil penyidikan terbaru, nama Meno Kogoya muncul sebagai aktor di balik penembakan pesawat Hercules dan pembunuhan pendulang emas.

Example 468x60

YAHUKIMO, Nemangkawipos.com — Satuan Tugas (Satgas) Operasi Damai Cartenz 2026 berhasil menguliti jejaring pelaku kekerasan bersenjata di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Melalui pengembangan penyidikan pasca-penangkapan pekan lalu, aparat kini mengantongi daftar panjang kejahatan yang melibatkan sejumlah nama beken di lingkaran Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), termasuk sosok yang baru teridentifikasi: Meno Kogoya.

​Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, mengungkapkan bahwa Meno Kogoya bukan pemain baru dalam aksi teror di Yahukimo. Ia tercatat sebagai eksekutor dalam pembunuhan dua pendulang emas pada September 2025 dan terlibat dalam rentetan penembakan kendaraan sipil hingga serangan terhadap pesawat militer.

​”Meno Kogoya terlibat langsung dalam penembakan pesawat Hercules pada 14 Januari 2026 dan sejumlah aksi penembakan mobil di jalanan Yahukimo selama akhir 2025,” ujar Yusuf dalam keterangan pers, Senin (2/3/2026).

Baca Juga :

​Selain Meno, penyidik mengungkap perluasan tindak pidana dari tiga nama yang sebelumnya telah masuk radar. Kotor Payage alias Kotoran Giban<, yang kini penanganannya diambil alih Polda Papua, teridentifikasi sebagai dalang di balik serangan truk boks di Logpon dan penembakan terhadap personel TNI, Serka Segar Mulyana, pada Juni 2025.

​Nama Homi Heluka juga menjadi sorotan tajam. Daftar “dosa” Homi membentang dari aksi pembakaran mobil polisi di Jalan Statistik pada 2023, pembunuhan sadis di Kali Silet pada Februari 2024, hingga penembakan sopir truk di Jalan Logpon bulan lalu. Sementara itu, Enage Heluka terdeteksi berperan dalam aspek propaganda, yakni memproduksi video pernyataan pasca-aksi penembakan.

Menanggapi pengungkapan ini, Kaops Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Faizal Ramadhani, menegaskan bahwa penegakan hukum akan dilakukan tanpa kompromi. Namun, fokus aparat kini tidak hanya pada moncong senjata di hutan, melainkan juga pada gerakan di ruang digital.

​Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, menambahkan bahwa pihaknya tengah melakukan profiling mendalam terhadap kelompok yang dikategorikan sebagai “kriminal politik”.

​”Kelompok ini tidak hanya melakukan kekerasan fisik, tetapi juga menyebarkan narasi teror melalui media sosial. Kami akan mengambil langkah hukum tegas terhadap siapapun yang memproduksi dan menyebarkan dokumentasi aksi kekerasan tersebut,” tegas Adarma.

​Saat ini, aparat gabungan terus memperketat patroli di titik rawan Yahukimo guna mencegah aksi balasan. Pengungkapan identitas para pelaku ini diharapkan menjadi pintu masuk untuk memutus mata rantai logistik dan komando kelompok bersenjata di wilayah Pegunungan Papua.

Penulis: StendyEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *