Example floating
Example floating
organisasi

Peringati HPN 2026, Ketua Dewan Pers: Sehari Desk Pengaduan Dewan Pers Terima 10 Pengaduan, Jaga Trust Masyarakat

27
×

Peringati HPN 2026, Ketua Dewan Pers: Sehari Desk Pengaduan Dewan Pers Terima 10 Pengaduan, Jaga Trust Masyarakat

Sebarkan artikel ini

Foto: Dokumentasi bersama pada perayaan HPN 2026 di Serang, Banten. Ocen / Nemangkawi Pos

Example 468x60

TIMIKA, nemangkawipos.com – Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat menekankan agar Pers menjaga kepercayaan masyarakat, hal tersebut diungkapkan saat perayaan Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2026 di Serang, Banten.

Saat ini kepercayaan terhadap pers masih tinggi namun masyarakat masih dimanjakan dan disibukkan dengan media sosial. Ketika ada masalah-masalah krusial masyarakat masih tetap menjadikan pers sebagai sumber informasi yang terpercaya. Oleh karena itu, pers dituntut untuk tetap menjaga profesionalisme, etika pers, dan objektivitas jurnalistik sehingga kepercayaan masyarakat tetap terjaga.

“Trust itu didukung oleh profesionalisme, kalau pers tidak profesional maka trust akan menurun.” Tutur Ketua Dewan Pers, Komarudin Hidayat.

Baca Juga :

Komaruddin membeberkan bahwa Persoalan yang dialami saat ini adalah ketika pers mengabaikan profesionalisme dan objektivitas maka laporan yang masuk desk pengaduan dewan pers setiap harinya bisa mencapai 10 pengaduan. Oleh sebab itu, pers harus menjadi sumber informasi yang sehat karena Informasi sangat dominan pengaruhnya terhadap emosi, pikiran dan perilaku masyarakat

“Kita membutuhkan udara yang bersih, makanan yang sehat dan kita memerlukan informasi yang jernih untuk kita konsumsi.” Tutup Komaruddin.

Senada dengan Ketua Dewan Pers, Menko Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar mengajak seluruh insan pers agar hadir sebagai penjernih informasi, bukan penambah kebisingan di tengah maraknya konten tidak berkualitas yang menurunkan  daya nalar masyarakat. Pers juga diharapkan berperan aktif melawan hoaks dan disinformasi, serta menjembatani kebijakan pemerintah dengan pemahaman publik.

Muhaimin menilai pers memiliki peran utama sebagai sarana edukasi publik, penjaga etika dan integritas di ruang digital, serta menjaga martabat manusia dengan menghentikan praktik pemberitaan yang melukai dan melanggar privasi.

Menko Pemberdayaan masyarakat yang akrab disapa Cak Imin itu, menegaskan agar pers memiliki peran strategis untuk menjembatani kebijakan dengan pemahaman publik. Pers diharapkan mampu meluruskan hoaks, melawan disinformasi, dan menghadirkan informasi berbobot.

“Informasi yang berkualitas akan melahirkan publik yang cerdas,” tutur Cak Imin

Ia mengajak insan pers, pemerintah, dan masyarakat untuk memperkuat kolaborasi demi membangun ekosistem pers yang sehat, bermartabat, dan berkelanjutan sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *