Example floating
Example floating
DPR

Hj. Rampeani Rahman Soroti Program Makan Siang Gratis dan Mendesak Penyediaan Air Bersih di Pesisir Mimika

188
×

Hj. Rampeani Rahman Soroti Program Makan Siang Gratis dan Mendesak Penyediaan Air Bersih di Pesisir Mimika

Sebarkan artikel ini

Caption : Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika, Hj. Rampeani Rahman, saat diwawancarai wartawan Nemangkawipos.com. Foto.Stendy

Example 468x60

TIMIKA, Nemangkawipos.com — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika, Hj. Rampeani Rahman, mengaku pihak legislatif hingga kini belum mengetahui secara detail mekanisme pelaksanaan program makan siang gratis yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia.

Hal tersebut disampaikannya saat diwawancarai wartawan Nemangkawipos.com di ruang kerjanya, Selasa (13/1/2026). Menurutnya, DPRK hanya memperoleh informasi dari publik, sementara pemerintah daerah belum pernah mengajak legislatif duduk bersama untuk membahas program tersebut.

“Dari legislatif kami belum tahu secara jelas program ini seperti apa. Kami hanya mendapat informasi dari publik, dan pemerintah daerah juga belum pernah mengajak kami duduk bersama membicarakan hal ini,” ujar Hj. Rampeani.

Baca Juga :

Meski demikian, ia menilai program makan siang gratis sangat tepat, terutama untuk mendukung kehadiran anak-anak sekolah, khususnya di wilayah pesisir. Ia mengungkapkan bahwa persoalan terbesar di daerah pesisir adalah banyak anak yang tidak masuk sekolah karena harus ikut orang tua mencari makan.

“Program Presiden ini sangat tepat, karena dengan memberikan makan siang di sekolah, anak-anak bisa tetap hadir belajar. Selain itu, makanan ini juga harus memperhatikan nutrisi, termasuk bagi anak-anak yang memiliki gangguan kesehatan seperti gastritis,” jelasnya.

Hj. Rampeani menegaskan agar pihak yang diberi tanggung jawab mengelola program makan siang gratis benar-benar memperhatikan kandungan gizi dan nutrisi makanan. Ia juga menyebut bahwa program tersebut kini didampingi oleh tim medis yang menilai kebutuhan vitamin dan asupan gizi anak-anak.

Namun, ia menyoroti ketimpangan pelaksanaan program, khususnya di wilayah pesisir Mimika yang hingga kini belum menerima program makan siang gratis. Menurutnya, hal tersebut terjadi karena Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika telah memiliki program makanan tambahan sendiri.

“Untuk wilayah pinggiran, ada sekolah yang sudah menerima, ada juga yang belum. Tapi untuk wilayah pesisir, sama sekali belum, karena Dinas Pendidikan sudah punya program makanan tambahan,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Hj. Rampean juga menekankan bahwa persoalan air bersih harus menjadi perhatian utama pemerintah daerah, khususnya Dinas Pendidikan. Ia menilai, tanpa ketersediaan air bersih, program makanan sehat tidak akan berjalan maksimal.

“Kalau kita bicara makanan sehat dan nutrisi, tapi air bersih tidak ada, itu semua omong kosong. Air bersih adalah kebutuhan utama dan pertama bagi masyarakat pesisir,” tegasnya.

Ia meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika menganggarkan program penyediaan air bersih di sekolah-sekolah pesisir, baik melalui sumur bor, tandon air, maupun solusi sementara lainnya.

“Masih banyak sekolah dan Puskesmas di pesisir yang belum memiliki air bersih. Saya minta dinas terkait jangan membuat program yang tidak prioritas. Yang paling penting adalah air bersih, karena semua membutuhkan air bersih,” pungkas Hj. Rampean.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *