Example floating
Example floating
organisasi

Iwan S. Makatita: Literasi Digital Kunci Tangkal Hoaks dan Provokasi di Papua Tengah

296
×

Iwan S. Makatita: Literasi Digital Kunci Tangkal Hoaks dan Provokasi di Papua Tengah

Sebarkan artikel ini

Capt: Ketua Dewan Pers periode 2022–2025, Ninik Rahayu, saat menyerahkan penghargaan JMSI Award kepada Ketua JMSI Papua Tengah, Iwan S. Makatita. Foto: Dok. JMSI Papua Tengah

Example 468x60

TIMIKA, Nemangkawipos.com – Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Papua Tengah, Iwan S. Makatita, mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap maraknya konten provokatif yang disebarkan melalui akun-akun anonim di platform media sosial, khususnya TikTok.

Ia menilai, di tengah derasnya arus informasi digital, muncul berbagai narasi menyesatkan yang berpotensi memecah belah persatuan masyarakat di Papua Tengah, termasuk di Mimika.

“Saat ini banyak konten dikemas menarik, bahkan tampak informatif, namun ternyata berisi pesan provokatif yang sengaja diciptakan untuk menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat Mimika,” ujarnya dalam keterangan resmi di Timika, Jumat (18/10/2025).

Baca Juga :

Menurutnya, perkembangan media sosial memang membawa dampak positif terhadap penyebaran informasi, namun juga membuka ruang bagi pihak-pihak tidak bertanggung jawab untuk menyebarkan hoaks, ujaran kebencian, dan provokasi SARA.

“Sebagian besar konten provokatif itu memanfaatkan isu sensitif seperti perbedaan suku, agama, dan politik sebagai alat adu domba. Dengan gaya penyampaian yang emosional, konten seperti ini mudah menarik perhatian netizen, terutama generasi muda,” jelas Iwan.

Ia menegaskan, generasi muda perlu membangun nalar kritis agar tidak mudah terpengaruh oleh pesan manipulatif yang dikemas dalam bentuk video pendek di media sosial.

Ketua JMSI Papua Tengah juga menekankan pentingnya peran media siber dalam menjaga keseimbangan informasi di ruang publik. Ia meminta seluruh jurnalis untuk tetap berpegang pada kode etik jurnalistik serta aktif meluruskan informasi yang menyesatkan.

“Media tidak boleh ikut arus sensasional. Justru di saat seperti ini, jurnalis harus menjadi pilar yang menenangkan publik dengan berita akurat, mendidik, dan menyejukkan,” tegasnya.

Lebih lanjut, JMSI Papua Tengah mendorong kolaborasi antara media, aparat penegak hukum, dan komunitas digital untuk memerangi penyebaran hoaks di media sosial.

“Hoaks dan provokasi bukan hanya merusak tatanan sosial, tetapi juga mengganggu stabilitas keamanan daerah. Karena itu, kami mendukung langkah aparat untuk menindak tegas penyebar konten yang mengandung ujaran kebencian atau provokasi SARA,” ujarnya.

Iwan juga mengajak masyarakat untuk bijak bermedia sosial: “Jangan asal percaya atau langsung membagikan informasi. Lihat sumbernya, periksa fakta, dan pastikan kebenarannya. Jika menemukan konten mencurigakan, segera laporkan kepada pihak berwenang atau admin platform,” imbaunya.

Ia menutup dengan menegaskan pentingnya literasi digital bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Literasi digital bukan hanya soal teknologi, tapi juga kesadaran berpikir kritis dan tanggung jawab sosial dalam bermedia,” katanya.

Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat serta peran aktif media dan pemerintah, JMSI Papua Tengah berharap ruang digital tetap menjadi sarana positif untuk memperkuat semangat kebersamaan, toleransi, dan persatuan bangsa di tengah tantangan era informasi saat ini.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *